Langsung ke konten
TaxRank

Putusan Pengadilan Pajak, 74 halaman

PUT-002733.16/2021/PP/M.XVIIIB Tahun 2026

PT Berkatkurnia Mitraabadi, Pajak Pertambahan Nilai, Tahun pajak 2016

Mengabulkan Seluruhnya

PUTUSAN

Nomor PUT-002733.16/2021/PP/M.XVIIIB Tahun 2026 “DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

PENGADILAN PAJAK, memeriksa dan memutus sengketa pajak pada tingkat pertama dan terakhir dengan Acara Biasa mengenai banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020 tentang Keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Nomor 00048/207/16/216/19 tanggal 9 Oktober 2019 Masa Pajak Juni 2016, yang terdaftar dalam berkas sengketa Nomor 002733.16/2021/PP, telah mengambil putusan sebagai berikut dalam sengketa antara:

PT BERKATKURNIA MITRAABADI, NPWP 01.755.806.5-216.001, beralamat di Kantor Marketing The Benison Residence Jalan SM. Amin RT 000 RW 000 Tampan Kota Pekanbaru Riau, yang diwakili oleh Jonner Simatupang, jabatan Direktur Utama,

Selanjutnya dalam persidangan diwakili oleh:

1. Nama1 Janti Saragih

Izin Kuasa HukumKEP-1268/PP/IKH/2021 tanggal 26 November 2021 berdasarkan Surat Kuasa Khusus 10/SK/BKMA/XI/2021 tanggal 1 Desember 2021:

untuk selanjutnya disebut sebagai Pemohon Banding:

Lawan

DIREKTUR JENDERAL PAJAK, berkedudukan di Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 40-42 Jakarta 10120, dalam hal ini diwakili oleh:

1. Nama/NIP: Jan Permadi / 19740426 199511 1 001

Jabatan: Penelaah Keberatan

Unit Organisasi: Direktorat Keberatan dan Banding

DJP,

2. Nama/NIP: Isnaini Rasad / 19860112 200710 1 001

Jabatan: Penelaah Keberatan

Unit Organisasi: Direktorat Keberatan dan Banding

DJP, berdasarkan Surat Tugas terakhir Nomor ST-12865/PJ.07/2022 tanggal 10 Agustus 2022, untuk selanjutnya disebut sebagai Terbanding:

Pengadilan Pajak tersebut:

Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Pajak Nomor: 835/PP/BR/2021 tanggal 9 Agustus 2021 jo Penetapan Ketua Pengadilan Pajak Nomor: PEN-024/PP/Ucp/2025 tanggal 18 Februari 2025;

Telah membaca Surat Banding Pemohon Banding Nomor 002/BM/FIN-TAX/III/21 tanggal 2 Maret 2021,

Telah membaca Surat Uraian Banding Terbanding Nomor UB-231/WPJ.02/2021 tanggal 3 Mei 2021,

TelahmembacaSuratBantahanNomor 10/BKMA-TBR/VI/2021 tanggal 18 Juni 2021,

Telah mendengar keterangan para pihak yang bersengketa dalam persidangan,

Telah membaca dan memeriksa bukti-bukti tertulis maupun surat lainnya yang disampaikan para pihak dalam persidangan,

DUDUK PERKARA

Menimbang bahwa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak Juni 2016 Nomor 00048/207/16/216/19 tanggal 9 Oktober 2019 diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekanbaru Tampan dengan perhitungan sebagai berikut:

A

Jumlah Rupiah Menurut Pengusaha Kena.

Kaoo

|= a. Atas Penyerahan Barang dan Jasa yang terutang PPN

2.1 Ekspor|oo]0,00 2.2 Panyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiriCCT 638.918.772,00

[cof0,00 a5 Pe|

— ab(0 000) 638.918.772.00 |Atas Penyerahan Barang dan Jasa yang tidak terutang PPN (Te. Jurntah Seluruh Penyerahan(00 638.918.772,00 mri

||000 |_|0,00 | | d3 Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean

[ | 4.4 Pemungutan Pajak oleh Pemungut PPN d.8 Tanggung Jawab Secara RentengC00 G9 Jumlah (d1 atau d.2 atau d.3 atau d.4 atau d.5 atau d.6 atau d.7 atau d.8ooo]

2 (Penghitungan PPN Kurang Bayaree a. Pajak Keluaran yang harus dipungut/dibayar sendiri

| |b Dikurangi?”UUT

| | b1PPNyangdisetordimukadalam |...000 | |Masukan yang dapat diperhitungkan|000000 [| 00 | 1. b4 DibayardenganNPWP sendri0000 taina

—>

| b6OT 000

Jumlah perhitungan PPN kurang[00] 63.891.877.00 | tang

[| 2.Nasa

:[oof0,00)

Pool, TK) |C063.891.877,00

. Kenaikan Pasal 13 (3) KUP joo}0,00] |” Ic. Bunga Pasal 13 (5) KUP0,000,00 = . Kenaikan Pasal 13A KUP0,00ara

8. Kenaikan Pasal 17C (5) KUP[on

| Kenaikan Pasal 170 (5) KUP

A:

| Ih.0,00 30.668.101,00 | 6 [Jumlah PPN yang masih harus dibayar (445.h0.00]

7 Wurntah kurang bayar yang disetujui berdasarkan Pembahasan Akhi Hasil Pemeriksaan0,00

Menimbang bahwa atas Surat Ketetapan Pajak tersebut, Pemohon BandingmengajukankeberatandenganSuratNomor 169/BKMA-TBR/I/2020 tanggal 2 Januari 2020 dengan perhitungan pajak menurut Pemohon Banding sebagai berikut:

Berdasarkan hal tersebut di atas maka:

a. Jumlah pajak yang terutang menurut surat ketetapan pajak/pemotongan atau pemungutan”) sebesar : Rp 94.559.978,- A

b. Jurnlah pajak yang terutang menurut perhitungan Wajib Pajak sebesar : Rp 0,- c. Jumtah pajak yang terutang yang disetujui dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan sebesar : Rp 0,- d. Jumlah yang telah dilunasi sebesar Rp 0,- tanggal ............ pada bank/pos persepsi ...... dengan NTPN

Menimbang bahwa atas keberatan Pemohon Banding tersebut, Terbanding dengan Keputusan Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020, menyatakan menolak dan mempertahankan jumlah pajak yang masih harus dibayar, dengan perhitungan sebagai berikut:

_ Semula

Ditambah/(Dikurangi)Menjadi Uraian

Rp

Rp 63.891.877,00

G3.891.877.00 b. Sanksi Bunga Pasal 13 aya (2) KUP

30.668.101,00 c. Sanksi Kenaikan Pasal 13 (3) KUP

| d. Jumlah PPN yang masih harus dibayar

94.559.978,00

94.559.978,00 Menimbang bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan Surat

Keputusan Keberatan a quo sehingga mengajukan banding dengan Surat Nomor 002/BM/FIN-TAX/III/21 tanggal 2 Maret 2021 yang diterima di Pengadilan Pajak pada hari Selasa tanggal 16 Maret 2021 (cap pos tanggal 15 Maret 2021),

Menimbang bahwa Pemohon Banding dalam Surat Banding Nomor 002/BM/FIN-TAX/III/21 tanggal 2 Maret 2021, pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

bahwa Pemohon Banding mengajukan banding atas Surat Keputusan Terbanding Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020 tentang keberatan atas SKPKB PPN Barang dan Jasa yang menetapkan jumlah PPN Barang dan Jasa kurang bayar sebesar Rp94.559.978,00; bahwa adapun alasan dan penjelasan adalah:

bahwa Perumahan Delima Blok A3 No. 21 dengan sertifikat No 8616 a.n. Murni Maryati Ningsih, bukan merupakan objek pajak Pemohon Banding, jadi PPN Barang dan Jasa Kurang Bayar sebesar Rp0,00 (Nihil), bahwa Perumahan Delima Blok A3 No. 20 dengan sertifikat No 5871 a.n. Murni Maryati Ningsih, bukan merupakan objek pajak Pemohon Banding, jadi PPN Barang dan Jasa Kurang Bayar sebesar Rp0,00 (Nihil): 4

Menimbang bahwa Terbanding dalam Surat Uraian Banding Nomor UB-231/WPJ.02/2021 tanggal 3 Mei 2021, pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

KETENTUAN FORMAL bahwa berdasarkan penelitian surat banding Pemohon Banding Nomor 002/BM/FIN-TAX/III/21 tanggal 2 Maret 2021 yang diterima di Pengadilan Pajak tanggal 16 Maret 2021 diketahui hal-hal sebagai berikut:

Ya Tidak Banding diajukan dengan Surat Banding dalam Bahasa Indonesia kepada

Pengadilan Pajak

Banding diajukan dalam jangka waktu lebih dari dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterima surat keputusan yang dibanding,

Banding diajukan dalam jangka waktu yang diatur dalam Surat Edaran Nomor SE-

11/PP/2020 tentang penjelasan mengenai Tangga! Batas Jangka Waktu

Pengajuan Banding dan Gugatan yang Disampaikan Secara Langsung

Berdasarkan Surat Edaran Ketua Pengadilan Pajak Nomor SE-03/PP/2020 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan SE-03/PP/2020 yang menyatakan bahwa batas terakhir pengajuan banding selama masa pencegahan COVID-19 tertangguh selama 83 hari:

Tanggal Batas jangka waktu pengajuan banding disampaikan secara langsung dengan berlakunya SE-03/PP/2020 s.t.d.t.d SE-69/PP/2020

Semula:

Menjadi:

15 Maret 2021 |12 Juli 2021

Terhadap 1 (satu) keputusan diajukan 1 (satu) surat banding

Banding diajukan dengan disertai alasan-alasan yang jelas

Banding diajukan dengan dan mencantumkan tanggal diterima Surat Keputusan

Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020 yang diterima tanggal -

Surat banding dilampiri salinan surat keputusan yang dibanding, yakni Surat

Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomortanggal

16 Desember 2020

Bukti Pembayaran

Surat banding tidak dilampiri bukti pembayaran pajak karena tidak ada pajak yang masih harus dibayar yang disetujui dalam pembahasan akhir pemeriksaan

a. Surat Banding ditandatangani oleh Jonner Simatupang bertindak selaku y Pengurus (Direktur), b. Penandatangan Surat Banding:

- Berkedudukan di Indonesia

- Melampirkan bukti keberadaan pada saat penandatanganan surat banding

Eksepsi bahwa Permohonan Pemohon Banding kabur/tidak jelas (Obscuur Libel) karena terdapat Kekaburan/Ketidakjelasan atas Posita Pemohon Banding dengan penjelasan sebagai berikut:

bahwa Pemohon Banding dalam surat bandingnya tidak didukung dengan bukti yang cukup dan relevan yang dapat membuktikan harga appraisal yang ditetapkan Pemeriksa Pajak lebih tinggi dibandingkan harga transaksi yang sebenarnya, bahwa Pemohon Banding tidak menjelaskan berapakah harga yang sebenarnya atas penjualan tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence:

bahwa Pemohon Banding dalam surat bandingnya tidak menjelaskan hubungan antara Pemohon Banding, Jonner, dan Murni dengan perumahan Taman Delima Residence, bahwa Pemohon Banding dalam surat bandingnya tidak didukung dengan bukti yang cukup dan relevan yang dapat membuktikan tidak adanya keterikatan antara Pemohon Banding dengan Joner, Murni, dan perumahan Taman Delima Residence, bahwa dalam surat bandingnya Pemohon Banding tidak menjelaskan apakah Perumahan Taman Delima Residence merupakan subjek atau objek terkait pengalihan tanah dan/atau bangunan, bahwa Pemohon Banding dalam surat bandingnya tidak mengemukakan dasar hukum yang mendukung alasan Pemohon Banding:

bahwa Pemohon Banding dalam surat bandingnya tidak mengemukakan jumlah pajak terutang menurut Pemohon Banding, bahwa Banding Pemohon Banding untuk koreksi yang disengketakan diajukan dengan itikad tidak baik (Exceptio Doli Praesentis) yaitu Pemohon Banding

A

dengan sengaja mengaburkan fakta yang sebenarnya dan Pemohon Banding dengan sengaja tidak menyampaikan bukti tulisan (dokumen) untuk membuktikan kebenaran dalilnya dalam surat bandingnya atas koreksi yang disengketakan Pemohon Banding:

bahwa berdasarkan hal-hal yang telah disampaikan di atas, dengan demikian Terbanding berpendapat bahwa Banding Pemohon Banding haruslah dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard), karena terdapat ketidakjelasan dan kekaburan dalam alasan banding Pemohon Banding (Obscuur libel} dan banding diajukan dengan itikad yang tidak baik (doli praesentis);

bahwa namun demikian apabila Majelis berpendapat lain, berikut Terbanding sampaikan materi atas pokok perkara,

URAIAN MENGENAI KETETAPAN SEMULA, KEBERATAN DAN KEPUTUSAN ATAS KEBERATAN bahwa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Nomor: 00048/207/16/216/19 tanggal 9 Oktober 2019 Masa Pajak Juni 2016 diterbitkan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Nomor: LAP- 00391/WPJ.02/KP.04/RIK.SIS/2019 tanggal 4 Oktober 2019;

bahwa atas ketetapan tersebut, diajukan Keberatan oleh Pemohon Banding dengan surat Nomor: 169/BKMA-TBR//2020 tanggal 2 Januari 2020 yang diterima KPP Pratama Pekanbaru Tampan tanggal 16 Januari 2020 berdasarkan LPAD Nomor: PEM:05000258/WPJ.02/KP.0403/2020 tanggal 16 Januari 2020;

bahwa atas keberatan Pemohon Banding telah diterbitkan Surat Keputusan Terbanding Nomor: KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020:

ANALISA POKOK SENGKETA bahwa berdasarkan hasil penelitian terhadap Surat Banding Pemohon Banding, Laporan Penelitian Keberatan, berkas surat-menyurat yang berlangsung selama proses penyelesaian keberatan, serta Surat Keberatan Pemohon Banding, dengan ini disampaikan analisa pokok sengketa atas Surat

4

Banding dari Pemohon Banding sebagai berikut:

bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam permohonan banding adalah Koreksi Terbanding yang tidak disetujui oleh Pemohon Banding dengan rincian sebagai berikut:

Menurut

Sengketa Perpajakan. Pemohon BandingTerbanding . Pokok sengketa (Rp)

Rp 1 _|Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri0.00918.772;638.918.772,00

1. Menurut Pemohon Banding bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi yang dilakukan Terbanding dengan alasan sebagaimana diuraikan dalam surat banding a quo;

2. Menurut Terbanding

Dasar Hukum a, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan

Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009

Pasal 12 (1) Setiap Wajib Pajak wajib membayar pajak yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dengan tidak menggantungkan pada adanya surat ketetapan pajak.

(2) Jumlah Pajak yang terutang menurut Surat Pemberitahuan yang disampaikan oleh Wajib Pajak adalah jumlah pajak yang terutang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

(3) Apabila Direktur Jenderal Pajak mendapatkan bukti jumlah pajak yang terutang menurut Surat Pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak benar, Direktur Jenderal Pajak menetapkan jumlah pajak yang terutang.

Pasal 26A ayat (4)

Wajib Pajak yang mengungkapkan pembukuan, catatan, data, informasi, atau keterangan lain dalam proses keberatan yang tidak diberikan pada saat pemeriksaan, selain data dan informasi yang pada saat

4

pemeriksaan belum diperoleh Wajib Pajak dari pihak ketiga, pembukuan, catatan, data, Informasi, atau keterangan lain dimaksud tidak dipertimbangkan dalam penyelesaian keberatannya.

b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2009

Pasal 1 angka 2

Barang adalah barang berwujud, yang menurut sifat atau hukumnya dapat berupa barang bergerak atau barang tidak bergerak, dan barang tidak berwujud angka 3

Barang Kena Pajak adalah barang yang dikenai pajak berdasarkan Undang-undang ini.

angka 4

Penyerahan Barang Kena Pajak adalah setiap kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak.

angka 14

Pengusaha adalah orang pribadi atau badan sebagaimana dimaksud dalam angka 13 yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang, melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean, melakukan usaha jasa, atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean angka 15

Pengusaha Kena Pajak adalah pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-undang ini.

Pasal 3A

Pengusaha yang melakukan penyerahan sebagaimana dimaksud dalam

1

Pasal 4 ayat (1) huruf a, huruf c, huruf f, huruf g, dan huruf h, kecuali pengusaha kecil yang batasannya ditetapkan oleh Menteri Keuangan, wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, dan wajib memungut, menyetor, dan melaporkan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang terutang.

Pasal 4 ayat (1) huruf a dan c

Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas:

a. penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha c. penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha

Pasal 4A ayat (2)

Jenis barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai adalah barang tertentu dalam kelompok barang sebagai berikut:

a. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, b. barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak: Cc. makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering: dan d. uang, emas batangan, dan surat berharga.

Pasal 12 ayat (1)

Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a, huruf c, huruf f, huruf g, dan/atau huruf h terutang pajak di tempat tinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiatan usaha dilakukan atau tempat lain selain tempat tinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiatan usaha dilakukan yang diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak.,

Pasal 13 ayat (1) huruf b

Pengusaha Kena Pajak wajib membuat Faktur Pajak untuk setiap penyerahan Jasa Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c.

Pasal 13 ayat (1a) huruf a, b dan c

Faktur Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dibuat pada:

a. saat penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak b. saat penerimaan pembayaran dalam ha! penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak c. saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan.

. Peraturan Menteri Keuangan nomor 147/PMK.03/2017 tentang Tata

Cara Pendaftaran Wajib Pajak Dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak Serta Pengukuhan Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak

Pasal 59 ayat (1)

Kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak yang diterbitkan NPWP dan/atau dikukuhkan sebagai PKP berdasarkan permohonan Wajib Pajak atau secara jabatan dimulai sejak saat Wajib Pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum diterbitkannya NPWP dan/atau dikukuhkan sebagai PKP.

. Peraturan Menteri Keuangan nomor 182/PMK.03/2015 tentang Tata

Cara Pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak, Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak

Pasal 2 ayat (9)

Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) atau ayat (3) yang memenuhi ketentuan sebagai PKP wajib melaporkan usahanya untuk

dikukuhkan sebagai PKP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Pasal 6 (1) Wajib Pajak yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), diterbitkan NPWP secara jabatan.

(2) Wajib Pajak yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (9), dikukuhkan sebagai PKP secara jabatan.

(3) Kepala Kantor Pelayanan Pajak menerbitkan NPWP dan/atau mengukuhkan PKP secara jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berdasarkan hasil Pemeriksaan.

(4) Penerbitan NPWP dan/atau Pengukuhan PKP secara jabatan berdasarkan hasil Pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan berdasarkan data dan/atau informasi yang diperoleh dalam kegiatan ekstensifikasi.

e. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pemeriksaan

Pasal 8 Huruf c

Temuan hasil Pemeriksaan harus didasarkan pada bukti kompeten yang cukup dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan,

Pasal 31 ayat (1)

Dalam hal Wajib Pajak tidak atau tidak sepenuhnya meminjamkan buku, catatan,dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain yang diminta berdasarkan berita acara tidak dipenuhinya permintaan peminjaman buku, catatan, dan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1), Pemeriksa Pajak harus menentukan dapat atau tidaknya melakukan pengujian dalam rangka menghitung besarnya penghasilan kena pajak berdasarkan bukti kompeten yang cukup sesuai standar pelaksanaan Pemeriksaan:

f. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-25/PJ/2013 tentang,

Tempat Pendaftaran dan/atau Tempat Pelaporan Usaha Bagi Wajib Pajak Sebagai Pengusaha Yang Dikenai Pajak Berdasarkan Undang- Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 Dan Perubahannya Yang Melakukan Usaha Di Bidang Pengalihan Tanah Dan/ Atau Bangunan Pasal 1

Tempat pendaftaran dan/atau pelaporan usaha untuk melaksanakan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan sebagai Pengusaha yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya bagi Wajib Pajak yang melakukan usaha di bidang pengalihan tanah dan/atau bangunan, ditetapkan di Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha tersebut berada:

Tanggapan Terbanding bahwa berdasarkan Fakta yang diperoleh dari dokumen, data, informasi dan atau keterangan yang tersedia dan persesuaian antara fakta yang diperoleh tersebut dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang terkait, Terbanding menyimpulkan Koreksi atas Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri dengan nilai koreksi untuk Masa Pajak Juni 2016 sebesar Rp638.918.772,00 sebagai berikut:

a. Dasar Hukum bahwa penyerahan barang kena pajak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai dan PPN-nya Harus dipungut sendiri jika memenuhi 3 (tiga) unsur yaitu:

1) Subjek Pajak merupakan Pengusaha yang telah dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak:

2) Objek Pajak merupakan penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean dan:

3)Penyerahan tanah dan/atau bangunan tidak termasuk yang dikecualikan dari Jenis barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai:

b. Hasil Penelitian Subjek Pajak merupakan Pengusaha yang telah,

dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak bahwa berdasarkan profil Pemohon Banding pada aplikasi SIDJP diketahui bahwa PT Berkatkurnia Mitraabadi merupakan Wajib Pajak Badan dengan status hukum Perseroan Terbatas sesuai dengan akta pendirian dan perubahannya yang terakhir nomor 3 tanggal 20 Agustus 2015;

bahwa Pemohon Banding Pusat terdaftar di KPP Pratama Jakarta Palmerah dengan NPWP 01.755.806.5-038.000 sejak tanggal 14 Februari 2003, dan telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sejak 18 Februari 2003, bahwa Pemohon Banding Cabang terdaftar pada KPP Pratama Pekanbaru Tampan pada tanggal 11 November 2015 dengan Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) berupa Konstruksi Gedung Tempat Tinggal (KLU:41011) dan dikukuhkan sebagai PKP pada tanggal 24 November 2016:

bahwa Pasal 1 angka 14 UU PPN mengatur Pengusaha adalah orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean, melakukan usaha jasa termasuk mengekspor jasa, atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean:

bahwa Pasal 1 angka 15 UU PPN mengatur Pengusaha Kena Pajak adalah pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-undang ini:

bahwa Pasal 12 ayat (1) UU PPN mengatur Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a, huruf c, huruf f, huruf g, dan/atau huruf h terutang pajak di tempat tinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiatan usaha dilakukan atau tempat lain selain tempat tinggal atau tempat kedudukan

1

dan/atau tempat kegiatan usaha dilakukan yang diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak:

bahwa Penjelasan Pasal 12 ayat (1) UU PPN menjelaskan

Pengusaha Kena Pajak badan terutang pajak di tempat kedudukan dan tempat kegiatan usaha.

Apabila Pengusaha Kena Pajak mempunyai satu atau lebih tempat kegiatan usaha di luar tempat tinggal atau tempat kedudukannya, setiap tempat tersebut merupakan tempat terutangnya pajak, dan Pengusaha Kena Pajak dimaksud wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.....

bahwa Pasal 1 PER-25/PJ/2013 mengatur Tempat pendaitaran dan/atau pelaporan usaha untuk melaksanakan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan sebagai Pengusaha yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya bagi Wajib Pajak yang melakukan usaha di bidang pengalihan tanah dan/atau bangunan, ditetapkan di Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha tersebut berada:

bahwa Pasal 6 ayat (3) PMK nomor 182/PMK.03/2015 mengatur Kepala Kantor Pelayanan Pajak menerbitkan NPWP dan/atau mengukuhkan PKP secara jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berdasarkan hasil Pemeriksaan:

bahwa Pasal 59 ayat (1) PMK nomor 147/PMK.03/2017 mengatur Kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak yang diterbitkan NPWP dan/atau dikukuhkan sebagai PKP berdasarkan permohonan Wajib Pajak atau secara jabatan dimulai sejak saat Wajib Pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum diterbiikannya NPWP dan/atau dikukuhkan sebagai PKP:

bahwa sesuai ketentuan Pasal 12 ayat (1) UU PPN Wajib Pajak PT Berkatkurnia Mitraabadi wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak apabila Pengusaha Kena Pajak,

mempunyai satu atau lebih tempat kegiatan usaha di luar tempat tinggal atau tempat kedudukannya, setiap tempat tersebut merupakan tempat terutangnya pajak. Sehingga Wajib Pajak PT Berkatkurnia Mitraabadi seharusnya langsung mengukukuhkan Cabang Usaha Wajib Pajak yang terdaftar pada KPP PT Berkatkurnia Mitraabadi pada tanggal :

bahwa selanjutnya Pasal 59 ayat (1) PMK nomor 147/PMK.03/2017 kewajiban perpajakan PPN Wajib Pajak dimulai sejak saat Wajib Pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum dikukuhkan sebagai PKP:

bahwa sehingga dapat disimpulkan bahwa Pemohon Banding memenuhi ketentuan sebagai Subjek Pajak merupakan Pengusaha yang telah dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak:

. Hasil Penelitian Objek Pajak merupakan penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean bahwa yang menjadi Objek Pajak PPN adalah penyerahan BKP di dalam daerah pabean atas penjualan tanah dan/atau bangunan atau perjanjian pengikatan jual beli atas tanah dan/atau bangunan beserta perubahannya,

Pasal 1A ayat (1) huruf a mengatur yang termasuk dalam pengertian penyerahan Barang Kena Pajak adalah: penyerahan hak atas Barang Kena Pajak karena suatu perjanjian:

bahwa Pemohon Banding melakukan transaksi penjualan tanah dan/atau bangunan di Perumahan Taman Delima Residence dan The Benison Residence serta memperoleh penghasilan atas transaksi jual beli tanah dan/atau bangunan tersebut, terbukti dengan:

1)Akta Jual Beli nomor 133/2016, 209/2016, 213/2016, 214/2016,

610/2016, 612/2016, 688/2016, 732/2016, 736/2016, 832/2016, 833/2016, 1066/2016, dan 1082/2016 terkait transaksi jual beli tanah dan/atau bangunan di Perumahan Taman Delima Residence dan The Benison Residence:

1

2) Artikel yang dimuat dalam media massa elektronik pada situs TribunPekanbaru.com dengan judul “Wow, Perumahan Ini Tawarkan Grand Prize Honda Mobilio” pada hari Jumat, tanggal 25 Maret 2016 pukul 08:46 yang menyatakan bahwa BKMA Property yang merupakan Pemohon Banding menawarkan promo pembelian hunian rumah di The Benison Residence dan Taman Delima Residence kepada konsumen. Bahwa Pemohon Banding memiliki 154 unit dengan tipe 121/144 dan tipe 160/170 di Perumahan The Benison Residence dan 79 unit dengan tipe 65/149, 65/119, tipe 54/119, dan tipe 45/119 di Perumahan Taman Delima Residence,

3) Akun media sosial Pemohon Banding berupa instagram dengan nama “bkmapropertypku” dan facebook dengan nama akun “BKMA Property” diketahui bahwa Pemohon Banding menawarkan penjualan hunian Taman Delima Residence dan The Benison Residence,

4) Pernyataan Pemohon Banding dalam surat keberatannya yang menyatakan bahwa Wajib Pajak memiliki perumahan The Benison Residence dan bertanggung jawab atas transaksi jual beli di perumahan tersebut,

5) Keterangan dari pihak ketiga sebagai salah seorang pembeli tanah dan/atau bangunan di Perumahan Taman Delima Residence sebagaimana dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan dan Klarifikasi Sengketa Perpajakan nomor BA-298/WPJ.02/BD.06/2020 tanggal 20 Oktober 2020 yang menyatakan bahwa Pihak ketiga telah membeli rumah di Perumahan Taman Delima Residence dari Wajib Pajak pada tahun 2016,

6) Bukti penerimaan uang berupa kwitansi tanggal 16 Januari 2016 yang dibuat oleh PT Berkat Kurnia Mitra Abadi selaku Pemohon Banding kepada Bapak Ricky terkait booking fee sebesar Rp5.000.000 atas pembelian tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence.

bahwa penghasilan dari penyerahan Barang Kena Pajak berupa penjualan tanah dan/atau bangunan merupakan Objek Pajak atas

penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean, bahwa sehingga dapat disimpulkan bahwa Pemohon Banding memperoleh penghasilan yang menjadi Objek Pajak yang wajib| dikenakan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa, d. Hasil Penelitian Penyerahan Tanah dan/atau Bangunan yang Tidak Termasuk Dikecualikan dari Kewajiban Pembayaran atau Pemungutan PPN bahwa Pasal 4A ayat (2) UU PPN mengatur Jenis barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai adalah barang tertentu dalam kelompok barang sebagai berikut:

a. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, b. barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak, c. makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau katering: dan d. uang, emas batangan, dan surat berharga:

bahwa Pemohon Banding adalah Badan dan Pengusaha Kena Pajak yang melakukan pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan dengan transaksi jual beli sesuai dengan Akta Jual Beli nomor 133/2016, 209/2016, 213/2016, 214/2016, 244/2016,612/2016,

732/2016, 736/2016, 832/2016, 833/2016, 1066/2016, dan 1082/2016:

bahwa sehingga dapat disimpulkan bahwa penyerahan hak atas tanah dan/atau bangunan yang dilakukan Pemohon Banding tidak termasuk yang dikecualikan dari Jenis barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai sesuai Pasal 4A ayat (2) UU PPN, e. Kesimpulan Hasil Penelitian penyerahan yang PPN-nya Harus Dipungut sendiri bahwa Pemohon Banding merupakan Pengusaha Kena Pajak,

yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dimana kewajiban perpajakan PPN Pemohon Banding dimulai sejak saat Pemohon Banding memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum dikukuhkan sebagai PKP:

bahwa Pemohon Banding memperoleh penghasilan dari penyerahan BKP di dalam daerah pabean atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence yang merupakan Barang Kena Pajak, bahwa penyerahan BKP berupa tanah dan/atau bangunan yang dilakukan Pemohon Banding tidak termasuk yang dikecualikan dari Jenis barang yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai sesuai Pasal 4A ayat (2) UU PPN, bahwa Pemohon Banding memenuhi 3(unsur) melakukan penyerahan BKP dikenakan PPN dan PPN-nya Harus dipungut sendiri atas penjualan Tanah dan/atau Bangunan yang dikenai PPN dengan tarif sebesar 10% (sepuluh persen) dari Dasar Pengenaan Pajak yang meliputi Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau nilai lain:

f. Tanggapan Terbanding atas dalil Pemohon Banding bahwa Perumahan Delima Blok A3 No. 21 dengan sertifikat No 8616 a.n. Murni Maryati Ningsih, bukan merupakan objek pajak Pemohon Banding, jadi PPN Barang dan Jasa Kurang Bayar sebesar Rp0,00 (Nihil): bahwa Perumahan Delima Blok A3 No. 20 dengan sertifikat No 5871 a.n. Murni Maryati Ningsih, bukan merupakan objek pajak Pemohon Banding, jadi PPN Barang dan Jasa Kurang Bayar sebesar Rp0,00 (Nihil); Pendapat Terbanding:

bahwa dalam proses keberatan Pemohon Banding tidak sepenuhnya memenuhi permintaan peminjaman buku, catatan, data, dan informasi yang disampaikan Terbanding, sehingga Terbanding tidak dapat menguji kebenaran dalil Pemohon Banding:

bahwa dalam proses keberatan Pemohon Banding juga tidak memenuhi

permintaan keterangan dan undangan pembahasan yang disampaikan oleh Terbanding sehingga Terbanding tidak memperoleh informasi dan keterangan tambahan atas sengketa pajak dan dalil yang disampaikan Pemohon Banding dalam surat keberatannya:

bahwa Terbandin melakukan pengujian kebenaran dalil Pemohon Banding hanya dengan menggunakan buku, catatan, data, dan informasi yang tersedia dalam proses penelitian keberatan, bahwa berdasarkan hasil penelitian atas buku, catatan, data, dan informasi yang tersedia diketahui bahwa Pemohon Banding melakukan penjualan tanah dan/atau bangunan tidak hanya di The Benison Residence, melainkan juga di Perumahan Taman Delima Residence yang dapat dibuktikan dengan:

1)Akta Jual Beli nomor 133/2016, 209/2016, 213/2016, 214/2016,

244/2016, 610/2016, 612/2016, 688/2016, 732/2016, 736/2016, 832/2016, 833/2016, 1066/2016, dan 1082/2016 terkait transaksi jual beli tanah dan/atau bangunan di Perumahan Taman Delima Residence dan The Benison Residence:

2) Artikel yang dimuat dalam media massa elektronik pada situs TribunPekanbaru.com dengan judul “Wow, Perumahan Ini Tawarkan Grand Prize Honda Mobilio" pada hari Jumat, tanggal 25 Maret 2016 pukul 08:46 yang menyatakan bahwa BKMA Property yang merupakan Wajib Pajak menawarkan promo pembelian hunian rumah di The Benison Residence dan Taman Delima Residence kepada konsumen. Bahwa Wajib Pajak memiliki 154 unit dengan tipe 121/144 dan tipe 160/170 di Perumahan The Benison Residence dan 79 unit dengan tipe 65/149, 65/119, tipe 54/119, dan tipe 45/119 di Perumahan Taman Delima Residence,

3) Akun media sosial Pemohon Banding berupa instagram dengan nama “bkmapropertypku” dan facebook dengan nama akun “BKMA Property” yang mencantumkan bahwa Pemohon Banding menawarkan penjualan hunian Taman Delima Residence dan The

Benison Residence:

4) Situs http://tiarproperty.blogspot.com/p/taman-delima-residence.html yang mencantumkan bahwa Pemohon Banding merupakan pengembang dari perumahan PT Taman Delima Residence.

5) Keterangan dari pihak ketiga sebagai salah seorang pembeli tanah dan/atau bangunan di Perumahan Taman Delima Residence sebagaimana dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan dan Klarifikasi Sengketa Perpajakan nomor BA-298/WPJ.02/BD.06/2020 tanggal 20 Oktober 2020 yang menyatakan bahwa Pihak ketiga telah membeli rumah di Perumahan Taman Delima Residence dari Pemohon Banding pada tahun 2076;

bahwa Jonner merupakan salah seorang pengurus Pemohon Banding dengan jabatan Direktur Utama dan mempunyai kepemilikan saham terbanyak pada Pemohon Banding sesuai dengan akta pendirian perusahaan dan perubahan terakhirnya nomor 3 tanggal 20 Agustus 2015. Jonner merupakan wakil dari Pemohon Banding yang bertanggung jawab terkait kegiatan usaha Pemohon Banding dan pelaksanaan kebijakan-kebijakan Pemohon Banding termasuk terkait perpajakan sehingga Jonner masih ada kaitannya dengan Pemohon Banding, bahwa Pemohon Banding tidak memberikan dokumen berupa laporan keuangan, bukti kepemilikan tanah dan/atau bangunan, ijin mendirikan bangunan, dan rincian asset yang dimiliki Pemohon Banding, yang kedudukan dokumen tersebut sangat penting untuk menguji kebenaran kepemilikan dan keterkaitan Taman Delima Residence degan Wajib Pajak, sehingga Terbanding tidak dapat meyakini kebenaran dalil Pemohon Banding yang menyatakan Perumahan Taman Delima Residence merupakan asset atas nama Murni dan Jonner yang tidak ada kaitannya dengan Pemohon Banding:

bahwa dokumen berupa akta jual beli terkait penjualan tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence yang dibuat dihadapan notaris, yang telah disampaikan Pemohon Banding dalam proses penelitian

1

keberatan, tidak cukup memberikan keyakinan bagi Terbanding untuk meyakini kebenaran informasi dalam dokumen tersebut yang dapat digunakan sebagai bukti untuk memperkuat dalil Pemohon Banding, bahwa sesuai ketentuan Pasal 12 ayat (1) UU PPN Pemohon Banding PT Berkatkurnia Mitraabadi wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak apabila Pengusaha Kena Pajak mempunyai satu atau lebih tempat kegiatan usaha di luar tempat tinggal atau tempat kedudukannya, setiap tempat tersebut merupakan tempat terutangnya pajak. Sehingga Pemohon Banding PT Berkatkurnia Mitraabadi seharusnya langsung mengukuhkan Cabang Usaha Pemohon Banding yang terdaftar pada KPP Pratama Pekanbaru Tampan pada tanggal 11 November 2015 dengan Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) berupa Konstruksi Gedung Tempat Tinggal (KLU:41011), bahwa selanjutnya Pasal 59 ayat (1) PMK nomor 147/PMK.03/2017 kewajiban perpajakan PPN Wajib Pajak dimulai sejak saat Wajib Pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum dikukuhkan sebagai PKP:

bahwa Pemohon Banding merupakan PKP yang melakukan penyerahan BKP dimana kewajiban perpajakan PPN Wajib Pajak dimulai sejak saat Wajib Pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum dikukuhkan sebagai PKP:

bahwa Pemeriksa Pajak menetapkan nilai sesungguhnya yang diterima atau diperoleh Pemohon Banding terkait pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence sesuai dengan hasil penilaian yang dilakukan Fungsional Penilai:

bahwa penilaian kembali nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence dikarenakan adanya ketidakwajaran nilai yang tercantum dalam akta jual

beli dengan nilai sesungguhnya yang diterima Pemohon Banding sesuai dengan daftar harga/iklan/brosur baik yang bersumber dari data interna! maupun eksternal:

bahwa Fungsional Penilai dalam melakukan penilaian kembali tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence menggunakan 2 (dua) metode penilaian antara lain:

1) Penilaian Tanah

Metode penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tanah yang dimaksud dengan menggunakan Metode Pendekatan Perbandingan Data Pasar, yaitu suatu pendekatan penentuan nilai dengan cara membandingkan objek lain yang sejenis yang dijual di pasar secara umum dengan transaksi bebas ikatan. Data diperoleh dari media elektronik maupun dari survei pasar pada lokasi penjualan objek pembanding yang dijadikan acuan untuk menghasilkan nilai atas objek penilaian.

2) Penilaian Bangunan

Metode penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai bangunan yang dimaksud dengan menggunakan Metode Pendekatan Biaya, yaitu suatu pendekatan penentuan nilai dengan cara menghitung keseluruhan biaya yang dikeluarakan untuk memperoleh bangunan pada kondisi baru sesuai tanggal penilaian, dikurangi dengan penyusutan yang terjadi pada bangunan sesuai hasil pengamatan langsung pada aspek penyusutan fisik, fungsi, dan ekonomis.

bahwa hasil penilaian kembali nilai sesungguhnya yang diterima Pemohon Banding terkait pengalihan tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence pada Tahun Pajak 2016 oleh Fungsional Penilai sebagaimana dituangkan dalam Laporan Penilaian Properti Kriteria | dengan informasi sebagai berikut,

Jo Jo| |

Kita Tanah dan

Benang Barganan NadalBangunan

Tanggal (m2)Rp

| 1346119607.608535 | 1222502775)| Tra Senaen | | 2 |1¢Mei-19160 || 1204297557 4469 | The

LAP.62WP302KP.042019|| 233 [867.995.301 Da rareas | a

0472019 || 229 [543.978218

LAPSIWP302/KP 04/2019]| 171 |608.176.248

Jaman 6 | LAP-6EAVP2| 17-Jun-19 118 |458.777.344 45150.723 754319.501.096 ba nee 7 | LAPSIAMPI O2/KP 012019 | 17-Jun-19 149 1201654043 65240.853.551142.597 599

|e | LAP-6BANPJ OZ/KP 04/2019 | 18-Jun-19 145 | 193.408 491 25 161.123.754 354.537.245

| LAP-ESIWPJ O2MP 04/2019 | 18-Jun-19 189 | 253.668.962 65 240.033 905 494 700.867 8615

Taman €: at Taman

OKP 0472019] 19-Jun-19 14965442.507 559 5870

Taman 042019 |119 11613977662 45160.733.754322116 416 8709Dela 3613,Jaman 12 | LAP.72AVPS| 20-Jun-19 148 1201395434 6240 838 551442233982Delma

8518Reticence

Taman 13 | LAP7IWP3I G2KP 04/2019] 20-Jun-19 149 1203811110 65 240.853 551 444 664 661name

#200108 8511.Taman

34 |0472019 | 21-Jun-19 11845160.723 754319 417 674 2516

Respence TOTAL190.212.865.875 | bahwa sedangkan Pemohon Banding menetapkan nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence sebagaimana tercantum dalam akta jual beli yang dibuat dihadapan notaris dengan rincian sebagai berikut:

ene] ante MENAATI azn | tease |

[5 {The Berison Residence |

1596102016t6415 636 000 | | esis134.000.000

| Taran Residerce || 6820016 Betoo

Taman Deima Residerce i23-Sep-169.000.000 ae 2521201643.000 009 12 | Taran Delma Reswerce8518 3322016 Sous73.000,000

| $3 ||||(125,000,000 |

3ape ||

Yaman Delma ResidenceTD bahwa nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence yang ditetapkan Pemohon Banding sesuai dengan akta jual beli tidak benar dan lebih rendah dibandingkan nilai sesungguhnya yang diterima Pemohon Banding, terbukti dengan: 1

1) Iklan penjualan rumah pada situs jual beli rumah dan properti terpercaya di Indonesia yaitu rumahdijual.com yang diposting pada tanggal 19 Januari 2016 pukui 09:56 diketahui bahwa terdapat iklan penjualan rumah di perumahan Taman Delima Residence dengan luas tanah 119 m2 dan luas bangunan 54 m2 yang ditawarkan dengan harga sebesar Rp387.000.000:

2)iklan penjualan rumah pada situs jual beli rumah dan properti terpercaya di Indonesia yaitu lamudi.co.id diketahui bahwa terdapat iklan penjualan rumah di perumahan Taman Delima Residence yang tersedia sejak tahun 2015 dengan luas tanah 149 m2 dan luas bangunan 65 m2 yang ditawarkan dengan harga sebesar Rp468.800.000;

3) Keterangan dari Pihak ketiga sebagai salah seorang pembeli tanah dan/atau bangunan di Perumahan Taman Delima Residence sebagaimana dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan dan Klarifikasi Sengketa Perpajakan nomor BA-298/WPJ.02/BD.06/2020 tanggal 20 Oktober 2020 yang menyatakan bahwa harga perolehan sebenarnya tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence yang dibeli dari Wajib Pajak pada tahun 2016 dengan luas tanah 149 m2 (8.517.5 m) dan luas bangunan 78 m2 (penambahan 13 m2 dari type standard 65) adalah Rp485.399.270.

bahwa nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan di The Benison Residence yang ditetapkan Pemohon Banding sesuai dengan akta jual beli tidak benar dan lebih rendah dibandingkan nilai sesungguhanya yang diterima Wajib Pajak, terbukti dengan adanya artikel yang dimuat dalam media massa elektronik pada situs TribunPekanbaru.com dengan judul “Unit di The Benison Residence Masih Tersedia 144 Unit Lagi” pada hari Selasa, tanggal 29 Maret 2016 pukul 20:41 dengan informasi sebagai berikut:

1) BKMA Property (PT Berkatkurnia Mitra Abadi) menawarkan 4 (empat) tipe hunian besar di perumahan The Benison Residence yaitu tipe

121/144, 121/184, tipe 160/170, dan tipe 160/221;

2) BKMA Property menawarkan hunian tipe 121/144 dengan harga Rp1.073.000.000, tipe 121/184 dengan harga Rp1.156.000.000, tipe 160/170 dengan harga Rp1.357.000.000, dan tipe 160/221 dengan harga Rp1.496.000.000.

bahwa Pemohon Banding tidak memberikan data dan dokumen seperti halnya kwitansi atau bukti penerimaan pembayaran atas pengalihan tanah dan/atau bangunan serta dokumen lainnya yang mencantumkan nilai sesungguhnya yang diterima Pemohon Banding terkait pengalihan tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence sehingga Terbanding tidak dapat menguji kebenaran nilai pengalihan tanah dan/atau bangunan yang ditetapkan Pemohon Banding sebagaimana tercantum dalam akta jual beli:

bahwa koreksi DPP Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa atas penghasilan dari penjualan tanah dan/atau bangunan sebesar Rp638.918.772,00 dalam SKPKB Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa nomor 00048/207/16/216/19 tanggal 9 Oktober 2019 Masa/Tahun Pajak Juni 2016, merupakan penghasilan yang diperoleh Pemohon Banding dari pengalihan 2 (dua) unit tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence yaitu tanah dan/atau bangunan dengan hak milik nomor 8611 dan 8616 sebesar Rp319.417.674,00 dan tanah dan/atau bangunan dengan hak milik nomor 5871 sebesar Rp319.501.098,00, bahwa berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa harga pasar wajar sesungguhnya atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence yang ditetapkan Fungsional Pemeriksa telah tepat dan masih lebih rendah jika dibandingkan nilai sesungguhnya yang diterima Pemohon Banding, sehingga dalil Pemohon Banding tidak dapat dibuktikan kebenarannyaiq

KESIMPULAN DAN USUL

Kesimpulan bahwa berdasarkan penelitian Terbanding atas Surat Banding Pemohon Banding dengan memperhatikan Ketentuan Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 dan Pasal 36 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, dapat disimpulkan:

1. bahwa terdapat kekaburan dan ketidakjelasan (obscuur libel) dalam alasan banding Pemohon Banding dengan uraian sebagai berikut:

bahwa Pemohon Banding dalam surat bandingnya tidak didukung dengan bukti yang cukup dan relevan yang dapat membuktikan harga appraisal yang ditetapkan Pemeriksa Pajak lebih tinggi dibandingkan harga transaksi yang sebenarnya, bahwa Pemohon Banding tidak menjelaskan berapakah harga yang sebenarnya atas penjualan tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence:

bahwa Pemohon Banding dalam surat bandingnya tidak menjelaskan hubungan antara Pemohon Banding, Jonner, dan Murni dengan perumahan Taman Delima Residence:

bahwa Pemohon Banding dalam surat bandingnya tidak didukung dengan bukti yang cukup dan relevan yang dapat membuktikan tidak adanya keterikatan antara Pemohon Banding dengan Joner, Murni, dan perumahan Taman Delima Residence:

bahwa dalam surat bandingnya Pemohon Banding tidak menjelaskan apakah Perumahan Taman Delima Residence merupakan subjek atau objek terkait pengalihan tanah dan/atau bangunan:

bahwa Pemohon Banding dalam surat bandingnya tidak mengemukakan dasar hukum yang mendukung alasan Pemohon Banding.

bahwa Pemohon Banding dalam surat bandingnya tidak mengemukakan jumlah pajak terutang menurut Pemohon Banding. ,

2. bahwa Banding Pemohon Banding untuk koreksi yang disengketakan diajukan dengan itikad tidak baik (Exceptio Doli Praesentis) yaitu Pemohon Banding dengan sengaja mengaburkan fakta yang sebenarnya dan Pemohon Banding dengan sengaja tidak menyampaikan bukti tulisan (dokumen) untuk membuktikan kebenaran dalilnya dalam surat bandingnya atas koreksi yang disengketakan Pemohon Banding, bahwa selain hal tersebut di atas, sepanjang Permohonan Pemohon Banding telah memenuhi ketentuan yang berlaku sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 dan Pasal 36 ayat (1), (2), (3) dan (4) serta Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, maka permohonan Pemohon Banding dapat dipertimbangkan lebih lanjut:

bahwa Keputusan Terbanding Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020 yang diterbitkan berdasarkan Pasal 26 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009, telah diterbitkan sesuai dengan data dan ketentuan yang berlaku, bahwa koreksi Terbanding telah sesuai dengan ketentuan perundang- undangan perpajakan yang berlaku,

Usul bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, Terbanding dengan ini memohon agar kiranya Majelis Hakim Pengadilan Pajak yang memeriksa dan memutus perkara ini untuk memutus dengan petitum sebagai berikut:

1. Menyatakan permohonan banding Pemohon Banding dengan nomor 002/BM/FIN-TAX/III/27 tanggal 2 Maret 2021 TIDAK DAPAT DITERIMA (Niet Ontvankelijke Verklaard) karena banding Pemohon Banding kabur/tidak jelas (Obscuur libel) dan banding diajukan dengan itikad yang tidak baik dan niat mengaburkan fakta yang sebenarnya (Doli Praesentis)

atas ketidakbenaran Keputusan Terbanding Nomor KEP- 00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020 tentang Keberaian Wajib Pajak atas SKPKB Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa nomor 00048/207/16/216/19 tanggal 9 Oktober 2019 Masa/Tahun Pajak Juni 2016, namun apabila Majelis Hakim berpendapat lain, Terbanding mohon agar kiranya Majelis Hakim Pengadilan Pajak yang memeriksa dan memutus perkara ini untuk dapat memutus:

MENOLAK banding Pemohon Banding karena Keputusan Terbanding Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020 tentang Keberatan Wajib Pajak atas SKPKB Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa nomor 00048/207/16/216/19 tanggal 9 Oktober 2019 Masa/Tahun Pajak Juni 2016 telah benar, dan MEMPERTAHANKAN Keputusan Terbanding Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020 tentang Keberatan Wajib Pajak atas SKPKB Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa nomor 00048/207/16/216/19 tanggal 9 Oktober 2019 Masa/Tahun Pajak Juni 2016:

Menimbang bahwa Pemohon Banding dalam Surat Bantahan Nomor 10/BKMA-TBR/VI/2021 tanggal 18 Juni 2021, pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

Analisa Pokok Sengketa

Koreksi terkait Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri sebesar Rp638.918.772,00

Menurut Pemohon Banding

1. bahwa Perumahan Delima Blok A3 No. 21, dengan Sertifikat No.8615 ain Murni Maryati Ningsih, bukan merupakan Objek Pajak PT BKMA/Pemohon Banding, sehingga PPN Barang dan Jasa Kurang Bayar seharusnya sebesar Rp0,00 (Nihil):

2. bahwa Perumahan Delima Blok A3 No. 20, dengan Sertifikat No. 5871 ain Murni Maryati Ningsih, bukan merupakan Objek Pajak Py

BKMA/Pemohon Banding, sehingga PPN Kurang Bayar seharusnya Barang dan Jasa sebesar Rp0,00 (Nihil);

Bantahan Pemohon Banding Terhadap Surat Uraian Banding

Dalam usaha meyakinkan Majelis Hakim yang Mulia dalam penyelesaian sengketa pajak ini di tingkat banding, Pemohon Banding memberikan bantahan terhadap Surat Uraian Banding serta menyampaikan bukti-bukti sebagai berikut:

1. bahwa pokok sengketa pajak terkait DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri sebesar Rp638.918.772,00, Masa Juni 2016, bersumber dari 2 (dua) transaksi penjualan tanah dan/atau bangunan sebagai berikut:

ae: i2016| 36.500.000

Taman! Delima

26861617 Juni 20167 70.000.900

Penyerahan yang PPN. com dipungut cendiri a. Subjek Pajak atas 2 (dua) transaksi terkait dengan 3 (tiga) unit Rumah yang berlokasi di Taman Delima Residence, Sertifikat Hak Milik/Hak Guna Bangunan 5871, 8611, 8616 adalah Orang Pribadi atas nama Murni Maryati Ningsih dan Jonner, di mana jelas dinyatakan bahwa na.ma pemegang hak adalah Murni Maryati Ningsih dan Jonner yang kemudian dibeli oleh Gordon Gultom dan Ridho Daniel Sihaloho, sesuai dengan yang tertera dalam Surat Setoran Pajak Daerah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Kewajiban perpajakan atas transaksi tersebut berupa pembayaran. PPh Pasal 4 ayat (2) dan telah disetor sebesar Rp1.825.000,00 atas nama Jonner dan 7.850.000 atas nama Murni Maryati Ningsih. Oleh karena itu, PPN juga seharusnya ditagihkan kepada Jonner dan Murni Maryati Ningsih sebagai Penjual bukanya

kepada Pemohon Banding. Dengan perkataan lain, PPN atas penjualan 1 (satu) unit Rumah yang berlokasi di Taman Delima Residence, Sertifikat Hak Milik/Hak Guna Bangunan Nomor 5871, 8611, 8616 adalah menjadi kewajiban Jonner, bukan kewajiban Pemohon Banding. Dalam hal ini, Terbanding nyata-nyata salah dalam menentukan Subjek Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. Dengan demikian DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri Masa Juni 2016 sebesar Rp638.918.772,00 harus dibatalkan:

terkaitden/aten 2 “eelBangunan | MIT1= Jomtst

Hosnor Hak

+ 3se7i_ [22 awas) 2016] 87.000.000 room | || 4.350.000 tame 2016

Numi eridenaaNingsih man DelimaMurai

Das | 19 | ser38500000 | Jonner | 1.825.000 117 Juni 2016 Residence 69 26 861670.000.000 Waryah 3.500.000 | 17 Juni 2016 gxih eael

193,500,000] || Dari data di atas, maka sengketa pajak tentang DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri atas Penyerahan 3 (tiga) unit Rumah, Sertifikat Hak Milik/Hak Guna Bangunan Nomor 5871, 8611, 8616 bukan merupakan kewajiban Pemohon Banding, melainkan kewajiban Orang Pribadi atas nama Jonner.

b. DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri atas Penyerahan 3 (tiga) unit Rumah yang berlokasi di Taman Delima Residence adalah sebagaimana tertera di bawah ini:

—

318464.000 | 54.752.000| 31 00 00 85254000 Taman Delima

{seit 36454 pop|

220 008 713.2)G36 B00 | 0

Dari data di etas terlihat bahwa. Harga Jual Tanah dan/atau Bangunan lebih tinggi dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah setempat. Dalam hal ini Dasar,

Pengenaan Pajak Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri adalah nilai yang lebih tinggi antara NJOP dan Nilai Jual/Realisasi. Berhubung realisasi harga Harga jual tanah dan/atau bangunan atas 3 (tiga) unit Rumah yang berlokasi di Taman Delima Residence lebib tinggi dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ditetapkan Pemerintah Daerah setempat, maka DPP atas penyerahan 3 (tiga) unit Rumah yang berlokasi di Taman Delima Residence seharusnya dihitung berdasarkan harga jual sesuai dengan Akta Jual Bell yang dikeluarkan oleh Notaris:

2. Hasil Penilaian Kenabali Nilai Sesungguhnya Tanah dan/ atau Bangunan,

Terbanding menetapkan DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri berdasarkan hasil penilaian kembali Tanah dan/atau Bangunan yang berlokasi di Taman Delima Residence. Hasil penilaian kembali atas Tanah dan Bangunan yang ditetapkan oleh Fungsional Penilai tidak dapat membatalkan NJOP baik atas Tanah maupun Bangunan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setempat. Dengan demikian, hasil penilaian kembali atas Tanah dan Bangunan yang ditetapkan oleh Fungsional Penilai tidak dapat dijadikan sebagai DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri sebagaimana diterapkan oleh Terbanding,

3. Berdasarkan penjelasan dan bukti-bukti sebagaimana disebutkan di atas, maka DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri dan jumlah PPN terutang Masa Juni 2016 adalah sebagai berikut:

hngan terkait Tanah Tenah denfatar: denfatan Tian Ben] arina TanahYomor Hak Moenurstp boo.

ariel TerbandingPenjual = (Rp)panting

919.501.098

Maryau

A

Demikianlah surat bantahan ini dibuat untuk dapat dijadikan masukan di dalam pengambilan keputusan oleh Pengadilan Pajak. Pemohon Banding bersedia memberikan tambahan data/informasi dan dokumen apabila diperlukan sehingga dapat membantu kelancaran proses banding ini. Selain itu, Pemohon Banding mohon agar dapat diundang untuk menghadiri persidangan:

Menimbang bahwa Pemohon Banding dalam persidangan mengajukan alat bukti berupa asli dan fotokopi surat atau tulisan yang telah dicocokkan dengan pembandingnya, masing-masing diberi tanda P-1 sampai dengan P-8 sebagai berikut:

BuktiP-1.Keputusan Terbanding Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020:

Bukti P-2.Sertifikat Tanah dan/atau Bangunan,

Bukti P-3.Surat Kuasa Khusus a.n. Janti Saragih,

Bukti P-4.Pakta Integritas a.n. Jonner selaku pemberi kuasa,

Bukti P-5.Nomor 3 tanggal 20 Agustus 2015 tentang Berita Acara yang dibuat oleh Siauw Henry Leoprayogo, S.H., SpN. Notaris di Jakarta:

Bukti P-6.Matriks sengketa:

Bukti P-7. — Penjelasan tertulis tanggal 7 April 2022;

Bukti P-8.Pendapat akhir yang disampaikan dalam sidang tanggal 11 Agustus 2022;

Menimbang bahwa Terbanding dalam persidangan mengajukan alat bukti berupa asli dan fotokopi surat aiau tulisan yang telah dicocokkan dengan pembandingnya, masing-masing diberi tanda T-1 sampai dengan T-18 sebagai berikut:

Bukti T-1. Keputusan Terbanding Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020:

Bukti T-2. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai

Barang dan Jasa nomor 00048/207/16/216/19 tanggal 9 Oktober 2019 Masa Pajak Juni 2016:

Bukti T-3. Surat Keberatan Nomor 169/BKMA-TBR/I/2020 tanggal 2 Januari 2020:

Bukti T-4.Bukti Penerimaan Negara tanggal 16 Januari 2020 sebesar

Rp49.000.000,00 (hanya masa pajak Desember 2016),

Bukti T-5. Surat Tugas Nomor ST-15784/PJ.07/2021 tanggal 4 Oktober

2021:

Bukti T-6. Surat Tugas Nomor ST-17317/PJ.07/2021 tanggal 27 Oktober 2021;

Bukti T-7.Matriks sengketa:

Bukti T-8.LPP, KKP dan LPK;

Bukti T-9. Surat Tugas Nomor ST-19517/PJ.07/2021 tanggal 23 November

2021:

Bukti T-10. Penjelasan tertulis tanggal 25 November 2021;

Bukti T-11. Surat Tugas Nomor ST-770/PJ.07/2022 tanggal 12 Januari 2022,

Bukti T-12. Laporan penilaian:

Bukti T-13. Surat Tugas Nomor ST-3800/PJ.07/2022 tanggal 4 Maret 2022: Bukti T-14. Surat Tugas Nomor ST-6073/PJ.07/2022 tanggal 5 April 2022: Bukti T-15. Surat Tugas Nomor ST-11384/PJ.07/2022 tanggal 19 Juli 2022; Bukti T-16. Penjelasan tertulis tanggal 21 Juli 2022:

Bukti T-17. Surat Tugas Nomor ST-12865/PJ.07/2022 tanggal 10 Agustus

2022:

Bukti T-18. Pendapat akhir yang disampaikan dalam sidang tanggal 11 Agustus 2022: A

PERTIMBANGAN HUKUM

Kewenangan Pengadilan Pajak bahwa objek sengketa berupa Keputusan Terbanding Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020 tentang Keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak Juni 2016 Nomor 00048/207/16/216/19 tanggal 9 Oktober 2019 termasuk sengketa pajak sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 31 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak merupakan kewenangan Pengadilan Pajak: Ketentuan Formal

Menimbang, bahwa sesuai peraturan perundangan-undangan peradilan pajak, pemeriksaan materi sengketa banding dilakukan setelah pemeriksaan atas pemenuhan ketentuan formal,

Pemenuhan Ketentuan Formal Pengajuan Banding bahwa Surat Banding Nomor 002/BM/FIN-TAXI!III/21tanggal 2 Maret 2021, dibuat dalam Bahasa Indonesia ditujukan kepada Pengadilan Pajak, diajukan masih dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan, menyatakan tidak setuju terhadap Keputusan Terbanding dan diajukan untuk satu Keputusan, memuat alasan-alasan yang jelas dan mencantumkan tanggal diterimanya Surat Keputusan Terbanding, dilampiri dengan salinan keputusan yang dibanding, dan ditandatangani oleh pengurus/kuasa yang berhak menandatangani sehingga memenuhi ketentuan Pasal 35 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 36 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4), Pasal 37 ayat (1) Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak:

Pokok Sengketa

Menimbang bahwa yang menjadi sengketa dalam banding ini adalah sebagai berikut:

Uraian

NTT Sengketa PemohonTerbanding{Rp,00)

Banding (Rp,00)(Rp,00)

Dasar Pengenaan

0638.918.772

638.918.772 Pajak

L Penyerahan yang

PPN-nya harus dipungut sendiri

Menimbang bahwa setelah mempertimbangkan dan menilai alat bukti dan keterangan yang disampaikan oleh para pihak dalam persidangan, maka pendapat Pengadilan Pajak adalah sebagai berikut:

1. Dasar Pengenaan Pajak atas Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri sejumlah Rp638.918.772,00

Menimbang bahwa Terbanding menyampaikan penjelasan- penjelasan, secara tertulis dan lisan dalam persidangan, yang memuat pokok-pokok pendapat dalam beberapa uraian berikut, bahwa dasar hukum yang dipergunakan oleh Terbanding adalah sebagai berikut,

1. Pasal 2 ayat (2), ayat (4), dan ayat (4a), Pasal 12 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3), dan Pasal 26A ayat (4) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009:

2. Pasal 1 angka 2, angka 3, angka 4, angka 14, dan angka 15, Pasal 3A ayat (1), Pasal 4 ayat (1) huruf a, Pasal 4A ayat (2), dan Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009, A

3. Pasal 2 ayat (9), Pasal 6 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) Peraturan Menteri Keuangan nomor 182/PMK.03/2015 tentang Tata Cara Pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak, Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak,

4. Pasal 59 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan nomor 147/PMK.03/2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Wajib Pajak Dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak Serta Pengukuhan Dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak,

5. Pasal 8 huruf c, Pasal 31 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.03/2013 tentang Tata Cara Pemeriksaan:

6. Pasal 1 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-25/PJ/2013 tentang Tempat Pendaftaran dan/atau Tempat Pelaporan Usaha Bagi Wajib Pajak Sebagai Pengusaha Yang Dikenai Pajak Berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 Dan Perubahannya Yang Melakukan Usaha Di Bidang Pengalihan Tanah dan/atau Bangunan,

7. S-393/PJ.02/2016 tanggal 26 April 2016 Tentang Penegasan Saat Dimulainya Kewajiban Perpajakan, bahwa data dan fakta sebagai dasar dilakukannya koreksi oleh Terbanding adalah sebagai berikut,

1. bahwa dalam tahun berjalan Pemohon Banding memiliki usaha real estate berupa penjualan perumahan The Benison Residence dan Taman Delima Residence:

a. Perumahan The Benison Residence, bahwa PT Berkatkurnia Mitraabadi (PT BKMA) merupakan pengembang dari perumahan The Benison Residence yang beralamat di Jalan S. M. Amin Ring Road Arengka Il, Pekanbaru, Riau. The Benison Residence mengusung konsep Eco Living dan dibangun di areal seluas 4 Ha. Atmosfir yang diinginkan itu dapat terwujud di The Benison Residence ini karena terletak di kawasan yang sedang berkembang di daerah kota Pekanbaru. Kelebihan lain dari perumahan

A

cluster The Benison Residence ini adalah adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang cukup luas dan instalasi listriknya di bawah tanah (underground) sehingga view lingkungannya tertata rapi. Dari total 4 Ha yang dibangun terdapat sekitar 60% untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), infrastruktur dan fasilitas pendukung. Total rumah yang dipasarkan di cluster ini sebanyak 178 (seratus tujuh puluh delapan) unit yang dibangun secara bertahap dalam 3 (tiga) tahap pembangunan yang di-design dengan gaya modern dan lux. Lokasi perumahan ini terletak di tepi Jalan S. M. Amin, Pekanbaru yang lebih dikenal dengan Jalan Arengka II, Pekanbaru, yang perkembangan pembangunan di sepanjang jalan ini bertumbuh pesat, b. Perumahan Taman Delima:

bahwa PT Berkatkurnia Mitraabadi (PT BKMA) merupakan pengembang dari perumahan Taman Delima Residence. Perumahan Taman Delima Residence adalah perumahan minimalis cluster yang terletak di tengah kota Pekanbaru dengan mengusung konsep "Elegance for a Comfort Grean Living” dimana lingkungan perumahan dilindungi oleh pepohonan hijau sehingga calon penghuni perumahan ini nantinya akan tinggal dengan aman, nyaman, dan asri. Lokasi perumahan ini terletak di Jalan Delima, Pasir Mas 3, Pekanbaru, Riau,

2. Permodalan, Pemegang Saham, dan Pengurus, a. Permodalan;

Modal DasarRp 6.300.000.000,00 terdin dari 6.300 Saham

@

Modal Dilempatkan Rp3.600.000.000,00terdiri dar3.600 Saham

Modal DisetorRp3.600.000.000,00terdin dan3.600 Saham b Daftar Pemegang Saham,

Hama dan NPWP

3 IrJoaner | JLKatamso Nomor 23, | 262 | 2.628.000 000.0

SknatupangRt 002 Rw 007, Kota Bambu

07 .642810.1-Selatan, Paimerah, Jakarta

031 009

2 | EnkaRok | JU Bngen Katamso Nomor 23, | 756 | 755.000.000,00

ManurungRi 002 Rw 007. Kota Bambu

00.900.000.0-Setatan, Patmeran, Jakarta

Sudrman‘St Satria Raya Blok 3 Nomor 5,216.000.000-

14.186.403.3-RW O21, Kayutigin Jaya,

407.000Bekasi Selatan, Bekasi

A

c. Pengurus,

1) Dewan Direksi,

| Ho. | Nama, NPWP dan NIK

Ir. Jonner SimatupangSl. Bagjen Katamso Nomor 23, Rt 002 Rw

07.642.810.1-031.000007, Kota Bambu Selatan, Palmesah.

NIK 3173072312660010

Jakarta

SudirmanDirektur J1. Satria Raya Blok 3 Nomor 5, Rt 003 Rw

| NIK 3275042810720020Bekasi|

14.186.403.3-407.000021, Kayungin Jaya, Bekasi Selatan,

2) Dewan Komisaris,

Nama, NPWP dan NIKJabatan

Ir. Jonner SimatupangKomisaris Jl Bngjen Katamso Nomor 23, Rt 002 Rw

07.642.810.1-031.000Utama007, Kota Bambu Selatan, Palmerah,

NIK 3173072812660010Jakarta

Erika Roiast ManurungKomisaris JL Stigien Katamso Nomor 23, Rt 002 Rw

00.660.000.0-031.000097, Kota Bambu Selatan, Palmerah,

NIK 3173077103660008Jakarta

3. Alur kegiatan usaha, bahwa perusahaan merupakan developer yang bergerak di bidang kegiatan usaha pengembangan dan penjualan kawasan perumahan (real estate). Alur kegiatan usaha diawali dengan membeli tanah yang sebelumnya sudah dilakukan survey, baik tentang daerah maupun tentang konsumen, lalu pembelian/pembebasan tanah. Kemudian setelahnya dilakukan perizinan untuk memulai pembangunan. Setelah semua tahap tersebut selesai, maka kemudian dibangun infrastruktur berupa jalan, kavling dan rumah contoh untuk persiapan launching yang pertama. Setelah ada pemesanan baru dibangun rumah sesuai dengan persetujuan antara si penjual dan pembeli

4. Prosedur Penjualan:

bahwa proses bisnis perusahaan dimulai dari launching atau pemasaran, yakni dipasarkan dulu dan orang yang menyatakan minat membeli kemudian memberikan Down Payment (DP) atau Uang Muka sebagai tanda jadi. Setelah itu pembangunan rumah dimulai sampai dengan proses pelunasan selesai baik secara tunai maupun kredit:

5, Prosedur Pembelian:

bahwa Pembelian bahan-bahan material dilakukan sendiri oleh Pemohon Banding tersebut: A

6. bahwa berdasarkan profil Pemohon Banding pada aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) diketahui bahwa PT Berkatkurnia Mitraabadi merupakan Wajib Pajak Badan dengan status hukum Perseroan Terbatas sesuai dengan akta pendirian dan perubahannya yang terakhir nomor 3 tanggal 20 Agustus 2015;

7. bahwa Kantor Pusat Pemohon Banding terdaftar di KPP Pratama Jakarta Palmerah dengan NPWP 01.755.806.5-038.000 sejak tanggal 14 Februari 2003, dan telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak sejak 18 Februari 2003;

8. bahwa Kantor Cabang Pemohon Banding terdaftar pada KPP Pratama Pekanbaru Tampan pada tanggal 11 November 2015 dengan Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU) berupa Konstruksi Gedung Tempat Tinggal (KLU:41011) dan dikukuhkan sebagai PKP pada tanggal 24 November 2016,

9. bahwa berdasarkan aplikasi SIDJP diketahui Pemohon Banding tidak lagi menjalankan kewajiban perpajakan berupa pelaporan SPT Tahunan PPh Badan sejak Tahun Pajak 2017 (terakhir melaporkan SPT Tahunan PPh Badan Tahun Pajak 2016):

10.bahwa Pemohon Banding melakukan transaksi penjualan tanah dan/atau bangunan di Perumahan Taman Delima Residence dan The Benison Residence serta memperoleh penghasilan atas transaksi jual beli tanah dan/atau bangunan tersebut, terbukti dengan;

a. Akta Jual Beli nomor 133/2016, 209/2016, 213/2016, 214/2016, 610/2016, 612/2016, 688/2016, 732/2016, 736/2016,

832/2016, 833/2016, 1066/2016, dan 1082/2016 terkait transaksi jual beli tanah dan/atau bangunan di Perumahan Taman Delima Residence dan The Benison Residence, b. Berdasarkan Artikel yang dimuat dalam media massa elektronik pada situs TribunPekanbaru.com dengan judul “Wow, Perumahan Ini Tawarkan Grand Prize Honda Mobilio” pada hari Jumat, tanggal 25 Maret 2016 pukul 08:46 yang menyatakan bahwa BKMA Property yang

merupakan Pemohon Banding menawarkan promo pembelian hunian rumah di The Benison Residence dan Taman Delima Residence kepada konsumen. Bahwa Pemohon Banding memiliki 154 (seratus lima puluh empat) unit dengan tipe 121/144 dan tipe 160/170 di Perumahan The Benison Residence dan 79 (tujuh puluhunit dengan tipe 65/149, 65/119, tipe 54/119, dan tipe 45/119 di Perumahan Taman Delima Residence,

Tribur DumaiTribun PelalawanTribun InhuTribun RohulTribun TembilahanTb Kama »> Finance | »

Tribun Pekanbaru Property Expo 2016

Wow, Perumahan Ini Tawarkan Grand Prize Honda Mobilio

Jumat 25 Maret 2016 08:46

Penults; Afrizal | Editor: Artestia

Uhat fota

Ka

3

4

\

!

AWS

TIA

+

Vv «

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Afrizal

TRIBUNPEKANBARU,COM, PEKANBARU - PT Berkatkurnia Mitraabadi (PT BKMA) menghadiskan sejumlah promo menarik selama Tribun Pekanbaru Property Expo 2016 berlangsung.

Dua perumahan residence ditawarkan bagi pengunjung,

Dikatakan Marketing PT BKMA, Valvi Ciptaan, The Benison Residence dan Taman Delima Residence menjadi perumahan yang bisa dipilih pengunjung dengan sejumlah keunggulan dan promo.

The Benlson Residence, selama pameran berlangsung disediakan hadiah langsung berupa dua unit AC.

Berada di Jalan SM Amin tidak jauh dari gerbang utama Universitas Riau, The Benison Residence hadir dengan konsep hunlan green,

Sebagai hunian cluster, perumahan ini dilengkapl gerbang menggunakan kartu akses untuk masuk. Ini menjaga keamanan sehingga hunian inl tidak dimasuki sembarang orang.

“Keamanan juga dilengkapi security 24 jam dan CCTV system disamping fasilitas lainnya Seperti kolam renang," ujarnya.

Sebagai proyek baru, The Benison Residence memiliki 154 unit dengan tlpe 121/144 dan 460/170.

jika SO unit pertama sudah terjual, disediakan promo menarik berupa grand prize satu unit Honda Mobilio.

iktan untuk Anda: Seluruh Indonesia kagot! Disbetes mudah diobati (Ilhat di aini) by Sebanyak 50 pembeli utama ini, lanjut Yalvi akan diundi untuk mendapatkan grand prize tersebut,

Sementara untuk Taman Delima Residence, promo yang disediakan selama pameran, konsumen bisa mendapatkan bonus satu unit AC.

Taman Delima Residece hadir dengan tipe lebih kecil yaitu 65/149 dan 65/119 serta tipe 54/119 dan 45/119, Berada diJalan Dellma - Pasir Mas 3 Pekanbaru, perumahan ini hadir dengan jurntah 79 unit.

“Keunggulannya selain ada security, dilengkapi cluster serta taman bermain mini," ujarnya,

Baca selengkapnya dl Harlan Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya dl

Ikuti Video Berita dl

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru c. Berdasarkan artikel yang dimuat dalam media massa elektronik pada situs TribunPekanbaru.com dengan judul "Unit di The Benison Residence Masih Tersedia 144 Unit lagi" pada hari Selasa, tanggal 29 Maret 2016 pukul 20:41 dapat diketahui informasi sebagai berikut;

1) BKMA Property (PT Berkatkurnia Mitra Abadi) menawarkan 4 (empat) tipe hunian besar di perumahan The Benison Residence yaitu tipe 121/144, 121/184, tipe 160/170, dan tipe 160/221;

2) BKMA Property menawarkan hunian tipe 121/144 dengan harga Rp1.073.000.000,00, tipe 121/184 dengan harga Rp1.156.000.000, tipe 160/170 dengan harga Rp1.357.000.000, dan tipe 160/221 dengan harga Rp1.496.000.000,00; 4

Tribun DumalTribun PelalawanTibun InhuTribun RohulTribun Tembilahan nur - Ba Maret

Unit di The Benison Residence Masih

Tersedia 144 Unit Lagi

Selasa, 29 Maret 2016 20:41

—ath. =2=ai —

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: M tgbal i lihat foto

| aka

,

La a Ir a

The Benison Residence

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Ikhwanu! Rubby

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banyak kesempatan konsumen yang hendak memiliki hunian mewah dan eksklusif di The Benison Residence, Jalan SM Amin,

Pekanbaru. Sebab dari 154 unit hunian yang akan dibangun masih tersisa 144 unit lagi.

Hunlan yang berada diatas areal seluas empat hektar ini menawarkan empat tipe rumah dengan desain hunian bertingkat dan model perumahan kopel.

"The Benison Residence menawarkan empat tipe hunian besar yakni tipe 121/144, 121/184, 160/170 dan 160/22 yang bisa jadi pilihan bagi konsumen," kata Marketing The Benison Residence, Ayu, Selasa (29/3).

Ayu mengatakan konsumen yang membeli hunian mewah dari pengembang BKMA Properti ini bisa mendapatkan undian satu unit kendaraan roda empat MPV terlaris dari brand Honda,

"Setiap konsumen yang membeli hunian The Benison Residence berhak mendapatkan satu nomor undian yang nantinya jika penjualan mencapai 50 unit akan diundi untuk mendapatkan hadiah Honda Mobllio," tuturnya.

Saat ini perumahan mewah yang berlokasi tepat disamping gerbang universitas negeri ternama di Riau ini dibanderol seharga Rp 1,053 miliar untuk tipe 121/144, Rp 1,156 miliar pada tipe 121/184.

Sementara pada tipe 160 dengan luas tanah 170 saat ini dibanderol senilai 1,357 miliar per unit dan tipe 160/221 ditawarkan seharga Rp 1,496 miliar.(*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com, Ikuti Video Berita di www.tribunpekanbaru.com/video

Iklan untuk Anda: Seluruh Indonesia kaget! Diabetes mudah(lihat di sini)

Dy FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru d. Akun media sosial Pemohon Banding berupa instagram dengan nama “bkmapropertypku" dan facebook dengan nama akun “BKMA Property" diketahui bahwa Pemohon Banding menawarkan penjualan hunian Taman Delima Residence dan The Benison Residence:

OT 1d 9202 UNYEL GINAX W/dd/JOWON UESNINd "UBWEJEU PZ Lep Sp ey; ueyewniodBujpueg uoyowsd emuyeq

BueAjeinsBulpueg uoyowsd

2 art udara, mise,04 NE? EN

0LAIMA “KangMATAA OI PN yeoo

=

—sang——umeer mm—.—

EEmayan wey— ee *

.7 . — mw...— —.

YANG

TZREKeet oe eee ta DDa Y

Benison Residence dan bertanggung jawab atas transaksi jual beli di perumahan tersebut, f. Keterangan dari Ricky Faizal sebagai salah Seorang pembeli tanah danfatau bangunan di Perumahan Taman Delima Residence sebagaimana dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan dan Klarifikasi Sengketa Perpajakan nomor BA-298/WPJ.02/BD.06/2020 tanggal 20 Oktober 2020 yang menyatakan bahwa Ricky Faizal telah membeli rumah di Perumahan Taman Delima Residence dari Pemohon Banding pada tahun 2016;

g. Bukti penerimaan uang berupa kuitansi tanggal 16 Januari 2016 yang dibuat oleh PT Berkat Kurnia Mitra Abadi selaku Wajib Pajak kepada Bapak Ricky terkait booking fee sebesar Rp5.000.000,00 atas pembelian tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence, dan 0 Batak AL temen

‘thing Seponfah,“LMR SA.

pan

Cheatedatedtine PEC Of

‘ tm A20

© th2016 Rr éweaan be» anseg sta Kama Ba ma

Kuitansi Penerimaan DP yang berstempel PT BKMA (Pemohon Banding) h. berdasarkan data Lampiran 1770S-lI SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2016 a.n. Ricky Faizal yakni sebagai salah seorang pembeli tanah danfatau bangunan di Perumahan Taman Delima Residence, dilaporkan adanya harta berupa 1 (buah) rumah di Perumahan Taman Delima Residence yang diperoleh pada bulan agustus tahun 2016 dengan harga perolehan sebesar Rp530.899.270,00 melalui KPR Bank BTN Tahun Peminjaman 2016 (Jangka Waktu 10 Tahun). Fakta tersebut membuktikan bahwa Harga Jual Beli melebihi Harga Jual menurut Pemohon Banding sebesary

Rp110.000.000,00 dan Harga Jual berdasarkan Penilaian dan Penetapan Terbanding sebesar Rp442.507.599,00;

i. berdasarkan data Lampiran 1770-IV SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2016 a.n. Denny Willyan Sigarlaki yakni sebagai salah seorang pembeli tanah dan/atau bangunan di Perumahan The Benison Residence, dilaporkan adanya harta berupa 1 (buah) rumah di Perumahan The Benison Residence yang diperoleh pada bulan Desember tahun 2016 dengan harga perolehan sebesar Rp1.400.000.000,00 melalui KPR Bank Madiri Pekanbaru, Tahun Peminjaman 2016. Fakta tersebut membuktikan bahwa Harga Prolehan menurut Pembeli melebihi Harga Jual menurut Pemohon Banding sebesar Rp490.000.000,00 dan Harga Jual berdasarkan Penilaian dan Penetapan Terbanding sebesar Rp1.215.480.783,00,

11.bahwa dalam Akta Jual Beli Nomor 213/2016, 214/2016, 732/2016;

736/2016; 1066/2016 di halaman 1 dan 2, secara jelas dinyatakan;

L-Tuan Insyinyur JONNER SIMATUPANG (ditulis dalam Kartu Tanda Penduduk yaitu JONNER), dilahirkan di Pulau Nangka, pada tanggal 28- 12-1966 (dua puluh delapan Desember seribu sembilan ratus enam puluh enam), Karyawan Swasta, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Jalan Brigjen Katamso nomor 23, Rukun Tetangga 002, Rukun Warga 007, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, pemegang Kartu Tanda Penduduk nomor: 3173072812660070.

-Untuk sementara ini sedang berada di Kota Pekanbaru.

-Menurut Keterangannya dalam hal ini bertindak dalam jabatannya selaku Direktur Utama Perseroan Terbatas yang akan disebut karenanya sah bertindak untuk dan atas nama Perseroan Terbatas PT BERKATKURNIA MITRAABADI berkedudukan di Kota Jakarta Barat dst...

12.bahwa dalam Akta Jual Beli Nomor 133/2016, 244/2016, 610/2016,

612/2018, 688/2016, 1066/2016, dan 1082/2016 di halaman 1 dan 2, di halaman 1 dan 2, secara jelas dinyatakan,

L-Tuan JONNER, lahir di PI. Nangka, pada tanggal 28-12-1966 (dua puluh delapan Desember seribu sembilan ratus enam puluh enam), Karyawan Swasta, bertempat tinggal di Jakarta Barat, Jalan Brigjen Katamso Nomor 23, Rukun Tetangga 002, Rukun Warga 007, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 3173072812660010, Warga Negara Indonesia, untuk sementara berada di Pekanbaru:

-Menurut keterangannya untuk melakukan tindakan hukum dalam akta ini, bertindak selaku kuasa untuk dan atas nama:

-Nyonya MURNI MARYATI NINGSIH, lahir di Pekanbaru, pada tanggal 22- 02-1971 (dua puluh dua Februari seribu sembilan ratus tujuh puluh satu), Wiraswasta, bertempat tinggal di Pekanbaru, Jalan Pandan Ujung Nomor 60, Rukun Tetangga 003, Rukun Warga 003, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Buku Raya, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 1471076202710004, Warga Negara Indonesia, yang telah mendapat persetujuan dari suaminya yaitu: Tuan AMAR SALEH, lahir di Belayar, pada tanggal 03-07-1963 (tiga Juli seribu sembilan ratus enam puluh tiga), Karyawan Swasta, bertempat tinggal bersama dengan isterinya, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor:

1471070307630001, Warga Negara Indonesia.

Selaku Penjual, untuk selanjutnya disebut juga:

13. bahwa dalam Akta Jual Beli Nomor 209/2016, dan 832/2016 di halaman 1 dan 2, secara jelas dinyatakan,

L-Tuan JONNER, lahir di PI. Nangka, pada tanggal 28-12-1966 (dua puluh delapan Desember seribu sembilan ratus enam puluh enam), Karyawan Swasta, bertempat tinggal di Jakarta Barat, Jalan Brigjen Katamso Nomor 23, Rukun Tetangga 002, Rukun Warga 007, Kelurahan Kota Bambu

A

Selatan, Kecamatan Palmerah, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 3173072812660010, Warga Negara Indonesia, untuk sementara berada di Pekanbaru,

-Menurut keterangannya dalam melakukan tindakan hukum dalam akta ini, telah mendapat persetujuan dari isteri sah satu-satunya yaitu Nyonya ERIKA RONIASI MANURUNG, lahir di Jakarta, pada tanggal 31-03-1966 (tiga puluh satu Maret seribu sembilan ratus enam puluh enam). Karyawan Swasta, bertempat tinggal bersama dengan penghadap, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 31730771 33660008, Warga Negara Indonesia, untuk sementara berada di Pekanbaru, yang turut hadir di hadapan Saya, Pejabat, dan turut menandatangani akta ini sebagai tanda persetujuannya.

Selaku Penjual, untuk selanjutnya disebut juga:

bahwa berdasarkan Fakta yang diperoleh dari dokumen, data, informasi dan atau keterangan yang tersedia dan persesuaian antara fakta yang diperoleh tersebut dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang terkait, Terbanding menyimpulkan sebagai berikut,

1. bahwa Pemohon Banding merupakan Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dimana kewajiban perpajakan PPN Wajib Pajak dimulai sejak saat Wajib Pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum dikukuhkan sebagai PKP:

2. bahwa Pemohon Banding memperoleh penghasilan dari penyerahan BKP di dalam daerah pabean atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence yang merupakan Barang Kena Pajak,

3. bahwa penyerahan BKP berupa tanah dan/atau bangunan yang dilakukan Pemohon Banding tidak termasuk yang dikecualikan dari Jenis barang

yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai sesuai Pasal 4A ayat (2) UU PPN,

4. bahwa Pemohon Banding memenuhi 3 (tiga) unsur melakukan penyerahan BKP dikenakan PPN dan PPN-nya Harus dipungut sendiri atas penjualan Tanah dan/atau Bangunan yang dikenai PPN dengan tarif sebesar 10% (sepuluh persen) dari Dasar Pengenaan Pajak yang meliputi Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau nilai lain;

bahwa terhadap dalil Pemohon Banding yang menyatakan bahwa “PT Berkatkurnia Mitraabadi cabang Pekanbaru resmi menjadi PKP pada tanggal 24 November 2016, maka di bulan Maret 2016, Perusahaan kami masih belum memiliki akses dan kewajiban untuk melaporkan PPN” Terbanding berpendapat,

1. sesuai ketentuan Pasal 12 ayat (1) UU PPN, Pemohon Banding (PT Berkatkurnia Mitraabadi wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak apabila Pengusaha Kena Pajak mempunyai satu atau lebih tempat kegiatan usaha di luar tempat tinggal atau tempat kedudukannya. Setiap tempat tersebut merupakan tempat terutangnya pajak. Sehingga Pemohon Banding (PT Berkatkurnia Mitraabadi) seharusnya langsung mengukuhkan Cabang Usaha yang terdaftar pada KPP Pratama Pekanbaru Tampan pada tanggal 11 November 2015:

2. bahwa sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (9) PMK 182/PMK.03/2015, Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) atau ayat (3) yang memenuhi ketentuan sebagai PKP wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan:

3. bahwa sesuai ketentuan Pasal 6 PMK 182/PMK.03/2015:

a. Wajib Pajak yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), diterbitkan NPWP secara jabatan,

4

b. Wajib Pajak yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (9), dikukuhkan sebagai PKP secara jabatan:

c. Kepala Kantor Pelayanan Pajak menerbitkan NPWP dan/atau mengukuhkan PKP secara jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berdasarkan hasil Pemeriksaan.

4. bahwa selanjutnya Pasal 59 ayat (1) PMK nomor 147/PMK.03/2017 mengatur kewajiban perpajakan PPN Wajib Pajak dimulai sejak saat Wajib Pajak memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum dikukuhkan sebagai PKP:

5. bahwa Pemohon Banding merupakan PKP yang melakukan penyerahan BKP dimana kewajiban perpajakan PPN dimulai sejak saat Pemohon Banding memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum dikukuhkan sebagai PKP,

6. bahwa sesuai ketentuan PER-25/PJ/2013 tentang tempat pendaftaran dan atau tempat pelaporan usaha bagi wajib pajak sebagai pengusaha yang dikenai pajak berdasarkan UU PPN yang melakukan kegiatan usaha di bidang Pengalihan dan atau Bangunan:

Pasal 2 ayat (2):

“Bagi Wajib Pajak yang tempat kegiatan usahanya berada di luar wilayah DKI Jakarta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak secara jabatan oleh Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha tersebut bahwa terhadap dalil Pemohon Banding yang menyatakan bahwa:

e« Pemohon Banding hanya memiliki dan bertanggung jawab atas transaksi jual beli di The Benison Residence, sedangkan Perumahan Taman Delima tidak ada kaitannya dengan Pemohon Banding:

e Perumahan Taman Delima Residence merupakan asset atas nama Murni dan Jonner yang tidak ada kaitannya dengan Pemohon Banding, e Pemohon Banding hanya sebagai marketing dan membantu pengurusan administrasi di bank atas perumahan Taman Delima Residence:

e Taman Delima Residence tidak terkait dengan PT BKMA (Pemohon

Banding),

Terbanding brpendapat sebagai berikut,

1. bahwa dalam proses pemeriksaan dan keberatan Pemohon Banding tidak sepenuhnya memenuhi permintaan peminjaman buku, catatan, data, dan informasi, sehingga Terbanding tidak dapat menguji kebenaran dalil Pemohon Banding,

2. bahwa dalam proses keberatan Pemohon Banding juga tidak memenuhi permintaan keterangan dan undangan pembahasan yang disampaikan oleh Terbanding (Tim Peneliti) sehingga Terbanding tidak memperoleh informasi dan keterangan tambahan atas sengketa pajak dan dalil yang disampaikan Pemohon Banding dalam surat keberatannya. Terbanding (Tim Peneliti) melakukan pengujian kebenaran dalil Pemohon Banding hanya dengan menggunakan buku, catatan, data, dan informasi yang tersedia dalam proses penelitian keberatan:

3. bahwa tidak terdapat dokumen yang mendukung pernyataan Pemohon Banding karena di brosur yang tertera hanya PT Berkatkurnia Mitraabadi;

4. bahwa Jonner merupakan salah seorang pengurus Pemohon Banding dengan jabatan Direktur Utama dan mempunyai kepemilikan saham terbanyak pada PT Berkatkurnia Mitraabadi sesuai dengan akta pendirian perusahaan dan perubahan terakhirnya nomor 3 tanggal 20 Agustus 2015. Jonner merupakan wakil dari Wajib Pajak yang bertanggung jawab terkait kegiatan usaha Wajib Pajak dan pelaksanaan kebijakan-kebijakan Wajib Pajak termasuk terkait perpajakan sehingga Jonner masih ada kaitannya dengan Wajib Pajak:

5. bahwa Pemohon Banding dalam persidangan menyampaikan dokumen berupa akta jual beli dan sertifikat sebagai berikut,

a. Akta Jual Beli Nomor 213/2016, 214/2016, 732/2016, 736/2016, 1066/2016 dimana secara jelas dinyatakan PT Berkatkurnia Mitraabadi adalah sebagai Pihak Pertama untuk transaksi jual beli tersebut dan Pemohon Banding telah mengakui dalam surat bandingnya:

b. Akta Jual Beli Nomor 133/2016, 244/2016, 610/2016, 612/2018, 688/2016, 1066/2016, dan 1082/2016 dimana secara jelas dinyatakan Jonner (Direktur dan Pemegang Saham PT Berkatkurnia Mitraabadi) adalah Pihak yang menerima kuasa dan menandatangani Akte Jual Beli tersebut dan dinyatakan sebagai Pihak Pertama. Pemohon Banding tidak melampirkan surat kuasa dan tidak memberikan keterangan sehingga Terbanding meyakini Tanah dan Bangunan tersebut berada dalam penguasaan Pemohon Banding sebagai bentuk pelunasan utang Ibu Murni. Terbanding (Pemeriksa) telah meminta untuk diklarifikasi kebenaran ini kepada Ibu Murni tapi Pemohon Banding menolak dengan alasan Ibu Murni sudah tidak berada di pekanbaru atau tidak bisa dicari lagi. Pemohon Banding juga tidak meminjamkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli, Akad Kredit Pembeli dengan Bank, Berita Acara Serah Terima Bangunan kepada Pembeli, Surat Perjanjian Utang Perusahaan kepada Pemegang Saham dan Pemberi Pinjaman, serta Perjanjian Kerjasama dengan Pihak Bank, c. Akta Jual Beli Nomor 209/2016, dan 832/2016 dimana secara jelas dinyatakan Jonner (Direktur dan Pemegang Saham PT Berkatkurnia Mitraabadi) adalah telah mendapat persetujuan dari isteri sah satu- satunya yaitu Nyonya ERIKA RONIASI MANURUNG (Komisaris dan Pemegang Saham PT Berkatkurnia Mitraabadi) dan menandatangani Akte Jual Beli tersebut dan dinyatakan sebagai Pihak Pertama. Pemohon Banding juga tidak meminjamkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli, Akad Kredit Pembeli dengan Bank, Berita Acara Serah Terima Bangunan kepada Pembeli, Surat Perjanjian Utang Perusahaan kepada Pemegang Saham dan Pemberi Pinjaman, serta Perjanjian Kerjasama dengan Pihak Bank, A

d. Sertifikat nomor:

e 5872, 5871, 5670, 5868, 5869 (Perumahan Taman Delima) Tanggal

Pembukuan 11/7/2011;

« Sertifikat Nomor 8618 (Perumahan Taman Delima) Tanggal

Pembukuan 17/5/2016;

e Sertifikat Nomor 8615, 8611, 8616, 8613 (Perumahan Taman

Delima) Tanggal Pembukuan 16/5/2016, e Sertifikat Nomor 8709, 8618, 5869 (Perumahan Taman Delima)

Tanggal Pembukuan 27/6/2016;

e 4426, 4449, 4464, 4469, 4470 (Perumahan Benison Residence)

Tanggal 17/12/2015, yang merupakan sertifikat pendaftaran pertama dimana pada halaman pendaftaran peralihan hak, pembebanan dan pencatatan lainnya tidak memberikan informasi terbaru terkait Sebab Perubahan, Tanggal Pendaftaran, Nomor Isian dengan Nilai Tanggungan Sesungguhnya apabila terdapat Nama yang berhak dan Pemegang hak lainnya (Pihak Bank), bahwa sehingga Terbanding berpendapat bahwa dokumen berupa Akta Jual Beli dan Sertifikat yang disampaikan Pemohon Banding tersebut tidak dapat dijadikan dokumen yang mendukung dalil-dalil Pemohon Banding:

bahwa Pemohon Banding dalam persidangan menyampaikan Daftar Rekening Koran BNI Nomor 0009818154 dan nomor 0356840569 (Kantor Cabang Pembantu Tangkerang, Pekanbaru), serta Rekening BTN Nomor 00000039-01-30-000989-4. Terkait rekening-rekening tersebut Terbanding berpendapat sebagai berikut,

1. bahwa Rekening BNI Nomor 0009818154 adalah Rekening Kredit Modal Kerja Pemohon Banding yang berisi Pinjaman, Angsuran, Propisi dan Kewajiban lainnya dari Pemohon Banding kepada Pemberi Modal (Bank BNI):

2. bahwa Rekening BNI nomor 0356840569 adalah Rekening Giro Perhitungan Bunga BB Perusahaan dari Pemohon Banding: A

3. bahwa Rekening BTN Nomor 00000039-01-30-000989-4 adalah Rekening Pemohon Banding berisi antara lain data pembayaran dari pembeli, namun Pemohon Banding tidak menjelaskan/tidak memberikan petunjuk jumlah uang yang diterima oleh Pemohon Banding:

4. bahwa Terbanding tidak dapat mencocokkan Jumlah Uang yang Diterima oleh Pemohon Banding untuk disandingkan dengan harga jual rumah yang diperjualbelikan menurut dalil Pemohon Banding:

5. bahwa sehingga Terbanding berpendapat bahwa dokumen berupa rekening yang disampaikan Pemohon Banding tersebut tidak dapat dijadikan dokumen yang mendukung dalil-dalil Pemohon Banding.

bahwa terhadap dalil Pemohon Banding yang menyatakan bahwa Harga Appraisal yang diberikan oleh Terbanding lebih tinggi dari pada harga selayaknya, Terbanding berpendapat sebagai berikut:

1. bahwa Terbanding menetapkan nilai sesungguhnya yang diterima atau diperoleh Pemohon Banding terkait pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence sesuai dengan hasil penilaian yang dilakukan Fungsional Penilai,

2. bahwa penilaian kembali nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence dikarenakan adanya ketidakwajaran nilai yang tercantum dalam akta jual beli dengan nilai sesungguhnya yang diterima Pemohon Banding berdasarkan daftar harga/iklan/brosur baik yang bersumber dari data internal maupun eksternal:

3. bahwa Terbanding dalam pengujian dilakukan atas transaksi pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pengujian kewajaran nilai berdasarkan indikasi ketidakwajaran:

a. Dasar Hukum Terbanding adalah PER-26/PJ.2018 (Perubahan Per- 18/PJ/2017) tentang Tata Cara Penelitian Bukti Pemenuhan Kewajiban Penyetoran Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Max

atas Tanah dan atau Bangunan, dan SE-40/PJ.2017 tentang Petunjuk Pelaksaan PER-18/PJ/2017, b. Nilai Pengalihan lebih kecil dibandingkan dengan nilai yang tercantum dalam brosur/leafllet/pricelist/iklan;

c. Nilai Pengalihan tebih kecii dibandingkan dengan nilai pasar. Indikasi yang diperoleh Terbanding dari data, informasi dan/atau keterangan lain, baik dari sumber internal maupun eksternal, d. Harga pasar yang digunakan sebagai data pembanding dalam penilaian objek pajak tersebut adalah data yang diperoleh tanggal 20 November 2015 dan 29 Maret 2016 melalui media elektronik dimana data tersebut terjadi sebelum tanggal transaksi yang dilakukan oleh Wajib Pajak:

e. Data pembanding tersebut telah teregristrasi di aplikasi penilaian Direktorat Jenderal Pajak (PERSIL) dengan nomor registrasi PT-32038, PT-32040, PT- 32042, PT-32043, PT-32653, dan PT-32655;

f. Harga Pasar yang tertera didalam Laporan Hasil Pemeriksaan Pajak a.n PT Berkatkurnia Mitraabadi adalah bersumber dari Laporan Hasil Penilaian yang dibuat oleh tenaga ahli yaitu Fungsional Penilai dari Direktorat Jenderal Pajak;

4. bahwa Fungsional Penilai dalam melakukan penilaian kembali tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence menggunakan 2 (dua) metode penilaian aniara lain;

a. Penilaian Tanah:

Metode penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tanah yang dimaksud dengan menggunakan Metode Pendekatan Perbandingan Data Pasar, yaitu suatu pendekatan penentuan nilai dengan cara membandingkan objek lain yang sejenis yang dijual di pasar secara umum dengan transaksi bebas ikatan. Data diperoleh dari media elektronik maupun dari survei pasar pada lokasi penjualan objek pembanding yang dijadikan acuan untuk menghasilkan nilai atas objek penilaian: ,

b. Penilaian Bangunan:

Metode penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai bangunan yang dimaksud dengan menggunakan Metode Pendekatan Biaya, yaitu suatu pendekatan penentuan nilai dengan cara menghitung keseluruhan biaya yang dikeluarakan untuk memperoleh bangunan pada kondisi baru sesuai tanggal penilaian, dikurangi dengan penyusutan yang terjadi pada bangunan sesuai hasil pengamatan langsung pada aspek penyusutan fisik, fungsi, dan ekonomis,

5. bahwa hasil penilaian kembali nilai sesungguhnya yang diterima Pemohon Banding terkait pengalihan tanah dan/atau bangunan di Taman Delima Residence dan The Benison Residence pada Tahun Pajak 2016 oleh Fungsional Penilai sebagaimana dituangkan dalam Laporan Penilaian Properti Kriteria |] dengan informasi sebagai berikut: A

TT.|

Mia Tanah dan

Leet

Nomer LaporanNiel TachKiki Bangunan

Bangyaan en fa(Rp)IRp)

Ea i m1KE 10 160 | angsaa see[ot[wa ame ar Ja aa asn jam = [omar joe

VB} 188.777.344160722754 ==

45

LAOS || HO |40853551| 3 ata Taman Residence Taman

|| 189 1253568502OS40470067 | 8615Beima

Residence Tanan

VW|1613175921 45316.416Dema

Berg | Jaman || 188 2201205431240.838 551 122282 18

Residence 139 120381101 65 | as 444,664,661 jan ta dence TOTAL10712865875 |

Menimbang bahwa Pemohon Banding menyampaikan penjelasan-penjelasan, secara tertulis dan lisan dalam persidangan, yang memuat pokok-pokok pendapat dalam beberapa uraian berikut: bahwa pokok sengketa pajak Masa Juni 2016, bersumber dari Hasil Penilaian Kembali yang ditetapkan oleh Fungsional Penilai terhadap 3 (tiga) transaksi penjualan tanah dan/atau bangunan sebagai berikut:

eterangan terkait Tanah dan/atau Bangunar

Lokasi TanahNomor HakNilai Re i RealisasiNilai dan/atMilik /HakTanahMenurut anfatat ranah Banganan /Hadan/atan | Fungsional Bangunan}GunaBangunan Penilal (Rp)

Bangunan

DeliMurni Taman Delima | 11 455871 12987.000.000 |319.501.098 | Maryati

Residence esih |ng 17 Juni2016| 36.500.000| Jonner |

Residencews | 17 Juni 2016] 70.000.000 19 67 Penyerahan yang “Ie! ala sendiri193.500,000 less. 918.772

Taman DelimaMurni

319.417.674

Pajak Keluaran yang harus dipungut/dibayar sendiri63.891.877 | si Bunga Pasal 13 (2) KUP|

| 94.559.978) | g/ (Lebih) Dibayar bahwa Subjek Pajak atas transaksi terkait dengan 3 (tiga) unit Rumah yang berlokasi di Taman Delima Residence, Sertifikat Hak Milik/Hak Guna Bangunan 5871, 8611, 8616 adalah Orang Pribadi atas nama Murni Maryati Ningsih dan Jonner, di mana jelas dinyatakan bahwa nama pemegang hak adalah Murni Maryati Ningsih dan Jonner yang kemudian dibeli oleh Gordon Gultom dan Ridho Daniel Sihaloho, sesuai dengan yang tertera dalam Surat Setoran Pajak Daerah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Kewajiban perpajakan atas transaksi tersebut berupa pembayaran PPh Pasal 4 ayat (2) dan telah disetor sebesar Rp1.825.000 atas nama Jonner dan 7.850.000 atas nama Murni Maryati Ningsih, sebagai berikut,

Keterangan terkait Tanah dan/atau BangunanPPh Pasal 4 Ayat (2 Lokasi TanahLuas Nomor HakNilai Realisasi

Setoran dan/atau Tanah | Bangunan Milik/Hak Tanggal Tanah dan/atau atasJumlah

Bangunan1GunaBangunan aBangunan(Rp) nama

Taman DelimaMurni

.87.000.000 Maryati4.350.000 | 22 Juni 2016 Residencearya

Ningsih

117 Juni2016| 36.500.000 | Jonner1.825.000 | 17 Juni 2016 Taman Delima

Residence28616 17 duni2016/ 70.000.0003.500.000 | 17 Juni 2016

193.500.0009.675.000 | bahwa sesuai dengan pembayaran PPh Pasal 4 ayat 2 sebagaimana disebutkan di atas, maka PPN juga seharusnya ditagihkan kepada Jonner dan Murni Maryati Ningsih sebagai Penjual bukan kepada PT. Berkatkurnia Mitrabadi (BKMA). Dengan perkataan lain, PPN atas penjualan 1 (satu) unit

Rumah yang berlokasi di Taman Delima Residence, Sertifikat Hak Milik/Hak Guna Bangunan Nomor 5871 adalah menjadi kewajiban Murni Maryati Ningsih, sementara Sertifikat Hak Milik/Hak Guna Bangunan 8611, 8616 adalah menjadi kewajiban Jonner, bukan kewajiban PT. Berkatkurnia Mitrabadi (BKMA). Dalam hal ini, Terbanding nyata-nyata salah dalam menentukan Subjek Pajak dan/atau Pengusaha Kena Pajak dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan. Dengan demikian DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri Masa Juni 2016 sebesar Rp638.918.772, harus dibatalkan:

bahwa berdasarkan hal-hal! sebagaimana dikemukakan di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut,

1. bahwa Pemilik dan Penjual Tanah dan Bangunan Sertifikat Nomor 5871; 8611: 8616 adalah Wajib Pajak Orang Pribadi, sehingga kewajiban perpajakan-nya tidak dapat dialihkan kepada Pemohon Banding:

2. bahwa penilaian kembali atas Tanah dan Bangunan Sertifikat Nomor 5871, 8611: 8616 yang ditetapkan oleh Fungsional Penilai tidak relevan dibahas karena bukan milik Pemohon Banding, bahwa berdasarkan penjelasan dan bukti-bukti sebagaimana disebutkan di atas, maka DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri dan jumlah PPN terutang Masa Juni 2016 adalah sebagai berikut, angan terkait Tanah dan/atau Ban

Menurut

Lokasi TanahNomor HakMenurut

Pemohon dan/atauMilik/HakTerbanding

Penjual Banding

BangunanGuna (Rp)

Bangunan

Murni Taman Delima

Maryati Residence

Ningsih Jonner

Taman DelimaMurni

ResidenceMaryati

Ningsih Penyerahan yang PPN-nya dipungut sendiri638.918.772

Pajak Keluaran yang harus dipungut/dibayar sendiri63.891.8770

Bunga Pasal 13 (2) KUP30.668.1011of| Jumlah PPN yang Kurang/(Lebih) Dibayar94.559.978

9]

Menimbang bahwa berdasarkan pemeriksaan dan penelitian Majelis terhadap berkas banding serta bukti-bukti dokumen dan penjelasan lisan dan tertulis yang disampaikan para pihak dalam persidangan, maka Majelis berpendapat sebagai berikut, bahwa dasar hukum yang terkait sengketa a guo adalah sebagai berikut,

1. Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2009 (UU KUP), beserta memori penjelasannya:

Pasal 12 ayat (3);

“Apabila Direktur Jenderal Pajak mendapatkan bukti jumlah pajak yang terutang menurut Surat Pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak benar, Direktur Jenderal Pajak menetapkan jumlah pajak yang terutang":

Penjelasan Pasal 12 ayat (3):

“Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain, pajak yang dihitung dan dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan yang bersangkutan tidak benar, misalnya pembebanan biaya ternyata melebihi yang sebenarnya, Direktur Jenderal Pajak menetapkan besarnya pajak yang terutang sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan”:

2. Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008 (UU PPh), beserta memori penjelasannya:

Pasal 4 ayat (2) huruf d:

“ Penghasilan di bawah ini dapat dikenai pajak bersifat final:

a. ... dst;

d. penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estafe, dan persewaan tanah dan/atau bangunan, dan e. ... dst”

yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah",

Penjelasan Pasal 4 ayat (2) huruf d:

” Sesuai dengan ketentuan pada ayat (1), penghasilan-penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat ini merupakan objek pajak. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan antara lain:

- perlu adanya dorongan dalam rangka perkembangan investasi dan tabungan masyarakat:

- kesederhanaan dalam pemungutan pajak,

- berkurangnya beban administrasi baik bagi Wajib Pajak maupun Direktorat Jenderal Pajak,

- pemerataan dalam pengenaan pajaknya, dan

- memerhatikan perkembangan ekonomi dan moneter, atas penghasilan-penghasilan tersebut perlu diberikan perlakuan tersendiri dalam pengenaan pajaknya.

Perlakuan tersendiri dalam pengenaan pajak atas jenis penghasilan tersebut termasuk sifat, besarnya, dan tata cara pelaksanaan pembayaran, pemotongan, atau pemungutan diatur dengan Peraturan Pemerintah. dst"

3. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang Dan Jasa Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 tahun 2009 (UU PPN), beserta memori penjelasannya,

Pasal 1A ayat (1) huruf a:

“Yang termasuk dalam pengertian penyerahan Barang Kena Pajak adalah:

a. penyerahan hak atas Barang Kena Pajak karena suatu perjanjian, .. dst.”

Penjelasan Pasal 1A ayat (1) huruf a:

“Yang dimaksud dengan "Perjanjian" meliputi jual beli, tukar- menukar, jual beli dengan angsuran, atau perjanjian lain yang mengakibatkan penyerahan hak atas barang.

Pasal 4 ayat (1) huruf a:

“Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas:

a. penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha:

.. dst.”

Penjelasan Pasal 4 ayat (1) huruf a:

" Pengusaha yang melakukan kegiatan penyerahan Barang Kena Pajak meliputi baik Pengusaha yang telah dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3A ayat (1) maupun Pengusaha yang seharusnya dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak, tetapi belum dikukuhkan.

Penyerahan barang yang dikenai pajak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a. barang berwujud yang diserahkan merupakan Barang Kena Pajak, b. barang tidak berwujud yang diserahkan merupakan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud, c. penyerahan dilakukan di dalam Daerah Pabean, dan d. penyerahan dilakukan dalam rangka kegiatan usaha atau pekerjaannya.”

. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1994 tentang Pembayaran Pajak

Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2008 (PP48/1994); Pasal 4 ayat (2):

“Nilai pengalihan hak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah nilai yang tertinggi antara nilai berdasarkan Akta Pengalihan Hak dengan Nilai Jual Objek Pajak tanah dan/atau bangunan yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 Tentang

A

Pajak Bumi Dan Bangunan, kecuali:

a. dalam hal pengalihan hak kepada pemerintah adalah nilai berdasarkan keputusan pejabat yang bersangkutan, b. dalam hal pengalihan hak sesuai dengan peraturan lelang (Staatsblad Tahun 1908 Nomor 189 dengan segala perubahannya) adalah nilai menurut risalah lelang tersebut:

Penjelasan Pasal 4 ayat (2):

“Besarnya nilai pengalihan sebagai dasar perhitungan besarnya Pajak Penghasilan yang wajib dibayar sendiri oleh orang pribadi atau badan, atau dipungut oleh bendaharawan atau pejabat yang berwenang, adalah nilai yang tertinggi antara nilai menurut akta dengan nilai menurut Nilai Jual Objek Pajak untuk penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan atas tanah danfatavu bangunan yang bersangkutan dalam tahun pajak terjadinya pengalihan. Ketentuan ini dimaksudkan untuk memperoleh nilai yang paling mendekati nilai yang sebenarnya.

Dalam hal pengalihan kepada Pemerintah, maka besarnya nilai pengalihan adalah berdasarkan nilai yang ditetapkan oleh Pemerintah':

bahwa yang menjadi sengketa adalah koreksi positif atas Penyerahan Yang PPNnya Harus Dipungut Sendiri sebesar Rp638.918.772,00 berdasarkan alasan yang pada pokoknya dinyatakan bahwa terdapat 3 (tiga) transaksi penjualan unit rumah di Taman Delima Residence yang belum dipungut dan dilaporkan PPNnya oleh Pemohon Banding:

bahwa pada dasarnya koreksi atas Penyerahan Yang PPNnya Harus Dipungut Sendiri sebesar Rp638.918.772,00 adalah secondary adjustment yang berasal dari koreksi DPP PPh Pasal 4 ayat (2) masa Juni 2016 (sengketa nomor 002740.25/2021/PP). Oleh karena itu, pertimbangan dan pendapat Majelis atas sengketa a guo sama dengan pertimbangan dan pendapat pada sengketa nomor 002740.25/2021/PP yang diuraikan dalam beberapa paragraf

4

\

berikut:

bahwa sengketa koreksi positif atas Dasar Pengenaan Pajak (DPP) / Obyek PPh Pasal 4 ayat (2) sebesar Rp638.918.772,00 berdasarkan alasan yang pada pokoknya dinyatakan bahwa terdapat penjualan unit rumah yang belum dilaporkan (di Taman Delima Residence) dan harga jual unit rumah lebih rendah dari harga jual yang seharusnya sehingga dilakukan penilaian kembali berdasarkan hasil penilaian oleh pejabat fungsional penilai (pejabat appraiser di lingkungan organisasi Terbanding), bahwa mencermati alasan koreksi yang diuraikan di atas dan mempertimbangkan penjelasan para pihak yang diuraikan sebelumnya, Majelis berpendapat bahwa sengketa a guo adalah bersifat sengketa pembuktian dan yuridis. Oleh karena itu, yang menjadi dasar pertimbangan Majelis adalah penilaian Majelis terhadap bukti-bukti dokumen dan alasan atau argumen hukum yang disampaikan para pihak dalam persidangan, bahwa Pemohon Banding menyatakan tidak setuju terhadap koreksi yang dilakukan Terbanding berdasarkan alasan yang pada pokoknya dinyatakan bahwa penjualan unit rumah yang menurut Terbanding belum dilaporkan adalah bukan atas nama Pemohon Banding dan harga jual unit rumah lebih tinggi dari NJOP PBB sehingga penentuan DPP PPh Pasal 4 ayai (2) yang dilakukan Pemohon Banding sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Dan untuk mendukung pernyataan ketidaksetujuannya tersebut Pemohon Banding menyampaikan bukti-bukti dokumen dalam persidangan sebagai berikut:

1. Salinan akta jual beli (AJB) no. 213/2016, PPAT Yovita Andriana, SH di kota Pekanbaru, antara PT. BerkatKurnia Mitraabadi (penjual) dengan Ny. dr. Fiska Anggraini (Pembeli), : lokasi: Perumahan The Benison Residence blok BB no. 15 kota Pekanbaru,

2. Salinan AJB no. 214/2016, PPAT Yovita Andriana, SH di kota Pekanbaru, antara PT. BerkatKurnia Mitraabadi (penjual) dengan Ny. dr. Fiska Anggraini (Pembeli), : lokasi: Perumahan The Benison Residence blok BB no. 11 kota Pekanbaru:

A

3. Salinan AJB no. 732/2016, PPAT Yovita Andriana, SH di kota Pekanbaru, antara PT. BerkatKurnia Mitraabadi (penjual) dengan Amos Sirappa, S.T. (Pembeli), : lokasi: Perumahan The Benison Residence blok Benison 2 no. 16 kota Pekanbaru:

4. Salinan AJB no. 736/2016, PPAT Yovita Andriana, SH di kota Pekanbaru, antara PT. BerkatKurnia Mitraabadi (penjual) dengan Ny. Lita Renata Sianipar (Pembeli), : lokasi: Perumahan The Benison Residence blok Benison 1 no. 02 kota Pekanbaru,

5. Salinan AJB no. 1066/2016, PPAT Yovita Andriana, SH di kota Pekanbaru, antara PT. BerkaiKurnia Mitraabadi (penjual) dengan Denny Wellyam Sigarlaki (Pembeli), : lokasi: Perumahan The Benison Residence blok Benison Boulevard no. 10 kota Pekanbaru:

6. Salinan AJB no. 209/2016, PPAT Lenny Guspidawati, SH di kota Pekanbaru, antara Jonner (penjual) dengan Adil Erguna Ginting, S.T. (Pembeli), : lokasi: Perumahan Taman Delima Residence blok A2-14 kota Pekanbaru,

7. Salinan AJB no. 244/2016, PPAT Lenny Guspidawati, SH di kota Pekanbaru, antara Murni Maryati Ningsih (penjual) dengan Gordon Gultom (Pembeli), : lokasi: Perumahan Taman Delima Residence blok A3-20 kota Pekanbaru,

8. Salinan AJB no. 610/2016, PPAT Yovita Andriana, SH di kota Pekanbaru, antara Murni Maryati Ningsih (penjual) dengan Amaniarthur Tarigan (Pembeli), : lokasi: Perumahan Taman Delima Residence blok A1-18 kota Pekanbaru,

9, Salinan AJB no. 612/2016, PPAT Yovita Andriana, SH di kota Pekanbaru, antara Murni Maryati Ningsih (penjual) dengan Ricky Faizal (Pembeli), : lokasi: Perumahan Taman Delima Residence blok A1-20 kota Pekanbaru:

10. Salinan AJB no. 688/2016, PPAT Yovita Andriana, SH di kota Pekanbaru, antara Mumi Maryati Ningsih (penjual) dengan Yogi Fernando (Pembeli), ; lokasi: Perumahan Taman Delima Residence blok A3-12 kota Pekanbaru:

11. Salinan AJB no. 832/2016, PPAT Yovita Andriana, SH di kota Pekanbaru, antara Jonner (penjual) dengan Rudianto Sihotang (Pembeli), : lokasi: Perumahan Taman Delima Residence blok A1-21 kota Pekanbaru:

12, Salinan AJB no. 1082/2016, PPAT Yovita Andriana, SH di kota Pekanbaru, antara Murni Maryati Ningsih (penjual) dengan Sunarto Nainggolan (Pembeli), : lokasi: Perumahan Taman Delima Residence blok A1-19 kota Pekanbaru,

13.Salinan AJB no. 237/2016, PPAT Lenny Guspidawati, SH di kota

Pekanbaru, antara Murni Maryati Ningsih (penjual) dengan Ridho Daniel Sihaloho (Pembeli), : lokasi: Perumahan Taman Delima Residence blok A3-21 kota Pekanbaru:

14. Salinan AJB PPAT Lenny Guspidawati, SH di kota Pekanbaru, antara Murni Maryati Ningsih (penjual) dengan Ny. Ryeke Medliyeni Rufyedi (Pembeli), ; lokasi: Perumahan Taman Delima Residence blok A3-19 kota Pekanbaru:

15.Laporan rekening koran Bank BTN nomor 00000039-01-30-000989-4 bulan Januari s.d. Desember 2016;

16.Laporan rekening koran Bank BNI nomor 0356840569 bulan Januari s.d.

Desember 2016:

17.Laporan rekening koran Bank BNI nomor 0009818154 bulan Januari s.d.

Desember 2016:

18. Bukti penyetoran pajak:

a. Penyetoran PPh Pasal 4 ayat (2) via PT Pos Indonesia (Persero), 11 (sebelas) lembar (sebelas obyek PPh);

b. Surat Setoran Pajak (SSP) PPh Pasal 4 ayat (2) via bank persepsi, : 8 (delapan) lembar (delapan obyek PPh):

c. Kode billing utk pembayaran PPh Pasal 4 ayat (2), 2 (dua) lembar (dua obyek PPh), d. Surat Setoran Pajak Daerah Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan (SSPD-BPHTB), 15 (lima belas) lembar (lima belas obyek

19. SPPT PBB;

a. SPPT unit rumah di The Benison Residence, 5 (lima) lembar (lima unit rumah), b. SPPT unit rumah di Taman Delima Residence, 7 (tujuh) lembar (tujuh unit rumah),

20.Fotokopi Sertifikat Hak Milik (SHM) unit rumah di Taman Delima

Residence:

a. SHM nomor 5869:

b. SHM nomor 5670:

c. SHM nomor 5868, d. SHM nomor 5871;

e. SHM nomor 5872;

f. SHM nomor 8611:

g. SHM nomor 8615;

h. SHM nomor 8616, i. SHM nomor 8618, j. SHM nomor 8709:

k. SHM nomor 8613.

21. Fotokopi Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) unit rumah di The Benison Residence:

a. SHGB nomor 4426;

b. SHGB nomor 4449, c. SHGB nomor 4464, d. SHGB nomor 4469, e. SHGB nomor 4470.

bahwa terkait dengan bukti-bukti dokumen dan alasan-alasan yang disampaikan Pemohon Banding dalam persidangan yang diuraikan di atas Majelis berpendapat bahwa dokumen-dokumen dan penjelasan Pemohon Banding dimaksud dapat diterima sebagai alat bukti sebagaimana dimaksud ketentuan Pasal 69 ayat (1) huruf a dan huruf d dan Pasal 70 Undang-undang,

Nomor 14 tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, sehingga menjadi pertimbangan Majelis dalam memutus sengketa a quo;

bahwa Majelis telah memeriksa dan menilai bukti-bukti dokumen yang disampaikan Pemohon Banding dan penjelasan lisan dan tertulis para pihak yang diuraikan di atas, dan oleh karena itu Majelis berpendapat bahwa Pemohon Banding telah dapat membuktikan dalil atau alasan ketidaksetujuannya terhadap koreksi yang menjadi sengketa, bahwa terkait seluruh uraian alasan-alasan yang mendasari pendapat Pemohon Banding yang diuraikan di atas Majelis berpendapat bahwa uraian pendapat Pemohon Banding tersebut dapat diterima dan menjadi pertimbangan Majelis dalam memutus sengketa a guo, bahwa berdasarkan bukti-bukti dokumen AJB yang disampaikan Pemohon Banding dalam persidangan, diketahui bahwa bukti kepemilikan hak atas seluruh unit rumah yang terjual di perumahan Taman Delima Residence adalah sertifikat hak milik (SHM). Sesuai peraturan perundang-undangan di bidang administrasi pertanahan, terhadap tanah dan atau bangunan milik perseroan terbatas tidak dapat diterbitkan SHM tetapi hanya sertifikat hak guna bangunan (SHGB). Fakta tentang legalitas kepemilikan unit rumah yang dijual tersebut telah memperkuat keyakinan Majelis bahwa Pemohon Banding telah dapat membuktikan transaksi penjualan unit rumah di Taman Delima Residence adalah bukan penghasilan Pemohon Banding karena bukan milik Pemohon Banding, bahwa terkait dengan penilaian kembali nilai pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan (incasu penjualan unit rumah di Taman Delima Residence) sebagai DPP PPh Pasal 4 ayat (2) berdasarkan hasil penilaian oleh pejabat fungsional penilai yang dilakukan oleh Terbanding, Majelis berpendapat sebagai berikut:

1. bahwa sesuai ketentuan Pasal 4 ayat (2) huruf d UU PPh, penghasilan dari transaksi pengalihan tanah dan/atau bangunan dikenakan PPh bersifat final yang pengenaannya diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP), dan PP yang dimaksud adalah PP48/1994; A

2. bahwa ketentuan Pasal 4 ayat (2) huruf d UU PPh di atas adalah ketentuan yang bersifat khusus, yang berarti bahwa pengenaan PPh atas penghasilan dari transaksi pengalihan tanah dan/atau bangunan (termasuk diantaranya adalah penjualan unit rumah) tidak berlaku ketentuan umum yang diatur dalam Pasal 2 sampai dengan Pasal 17 UU PPh, tetapi hanya berlaku ketentuan yang diatur dalam PP48/1994;

3. bahwa dalam ketentuan Pasal 4 ayat (2) PP48/1994 diatur bahwa nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan (selain pengalihan kepada pemerintah dan melalui lelang) sebagai DPP PPh Pasal 4 ayat (2) ditentukan berdasarkan nilai pengalihan hak yang tertuang dalam Akta Pengalihan Hak (in casu AJB) atau berdasarkan NJOP PBB apabila NJOP PBB lebih tinggi dari nilai dalam Akta Pengalihan Hak:

4. bahwa selain Pasal 4 ayat (2) PP48/1994 tersebut tidak terdapat ketentuan lainnya dalam PP48/1994 yang mengatur mengenai cara menentukan atau menghitung nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan sebagai DPP PPh Pasal 4 ayat (2).

5. bahwa berdasarkan uraian di atas Majelis berpendapat bahwa penilaian kembali atas nilai pengalihan hak atas tanah dan atau bangunan yang dilakukan Terbanding adalah tindakan yang tidak berdasar menurut hukum sehingga tidak dipertimbangkan:

bahwa Majelis telah memeriksa seluruh bukti-bukti dokumen dan pendapat para pihak, baik disampaikan tertulis maupun lisan, selain yang diuraikan di atas. Namun demikian Majelis tidak memberikan pendapat dan pertimbangan karena tidak relevan atau tidak terkait atau tidak dapat dikaitkan dengan pokok sengketa:

bahwa berdasarkan seluruh pertimbangan yang diuraikan di atas Majelis berpendapat bahwa koreksi positif atas Dasar Pengenaan Pajak (DPP) / Obyek PPh 4 ayat (2) sebesar Rp638.918.772,00 yang dilakukan Terbanding tidak sesuai fakta dan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku sehingga terdapat cukup alasan untuk dibatalkan:

bahwa oleh karena koreksi atas DPP PPh Pasal 4 ayat (2) masa Juni 2016 sebesar Rp638.918.772,00 telah dibatalkan maka koreksi atas Penyerahan Yang PPNnya Harus Dipungut Sendiri sebesar Rp638.918.772,00 tidak beralasan untuk dilakukan. Dengan demikian maka terhadap koreksi positif atas Penyerahan Yang PPNnya Harus Dipungut Sendiri sebesar Rp638.918.772,00 beralasan untuk dibatalkan karena tidak sesuai fakta dan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku,

Menimbang bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, rekapitulasi pendapat Pengadilan Pajak atas pokok sengketa adalah sebagai berikut:

0.,Nilai Koreksi Nilai Koreksi

.Nilai Sengketa.Tidak Dapat UraianDipertahankan (Rp,00)Dipertahankan (Rp,00) (Rp,00) Dasar Pengenaan Pajak638.918.7720638.918.772

- Penyerahan yang PPN- nya harus dipungut sendiri

Menimbang bahwa atas hasil pemeriksaan dalam persidangan, Pengadilan Pajak berkesimpulan untuk menggunakan kuasa Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, sehingga perhitungan menjadi sebagai berikut:

Dasar Pengenaan Pajak Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri:

Menurut Terbanding: Rp 638.918.772,00 Koreksi tidak dapat dipertahankan Pengadilan Pajak.:Rp 638.918.772,00 Menurut Pengadilan Pajak:Rp0,00

A

bahwa dengan demikian, perhitungan pajak terutang menurui pendapat Pengadilan Pajak adalah sebagai berikut:

NaUraianJumlah (Rp,00) 1 | DPP

EksporQ Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri0 Penyerahan yang PPN-nya dipungut oleh Pemungut PPN0

| | Penyerahan yang PPN-nya tidak dipungut

Jumlah Seluruh Penyerahan

2 | Perhitungan PPN Kurang/Lebih Bayar

Pajak Keluaran yang harus dipungut sendiri

| Pajak Masukan yang dapat diperhitungkan

Na

Kelebihan Pajak yang sudah dikompensasikan ke Masa

0 ‘ Pajak Berikutnya

5 1 PPN yang kurang/(lebih) dibayar0 6 | Sanksi Bunga Pasal 13 ayat (2) UU KUP0 7 | Sanksi Kenaikan Pasal 13 ayat (3) UU KUP0 8 | Jumlah pajak yang masih harus/lebih) dibayar0

Memperhatikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak dan peraturan perundang-undangan lain yang terkait,

A

MENGADILI

Mengabulkan seluruhnya, Banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-00431/KEB/WPJ.02/2020 tanggal 16 Desember 2020 tentang Keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Nomor 00048/207/16/216/19 tanggal 9 Oktober 2019 Masa Pajak Juni 2016 atas nama PT BERKATKURNIA MITRAABADI, NPWP 01.755.806.5-216.001, beralamat di Kantor Marketing The Benison Residence Jalan SM. Amin RT 000 RW 000 Tampan Kota Pekanbaru Riau, sehingga perhitungan pajak yang harus dibayar menjadi sebagai berikut:

Pajak yang kurang/(lebih) dibayarRp0,00 Sanksi Adminisirasi :

a. Bunga Pasal 13 ayat (2) UU KUPRp0.00 Jumlah PPh yang masih harus/lebih dibayarRp0,00

Demikian diputuskan dalam musyawarah setelah pemeriksaan dalam persidangan dicukupkan pada hari Kamis tanggal 11 Agustus 2022 oleh Mohammad Alwi, S.E., S.H., Ak. sebagai Hakim Ketua Majelis, Joni Surbakti, Ak dan Adriana Dwi Hardjanti, S.H., M.Ec. masing-masing sebagai Hakim Anggota dibantu oleh Dean Endah Barianty, S.E., Ak. sebagai Panitera Pengganti,

Putusan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Kamis tanggal 30 April 2026 oleh Majelis Hakim tersebut dan dibantu oleh Arief Kurniadi, Ak., S.H. sebagai Panitera Pengganti, serta tidak dihadiri Terbanding maupun oleh Pemohon Banding:

Hakim-Hakim Anggota:Hakim Ketua Majelis, ttd.ttd.

Joni Surbakti, Ak..Mohammad Alwi, S.E., S.H., Ak.

tid.

Adriana Dwi Hardjanti, S.H., M.Ec.

Panitera Pengganti,

Ntid.

Arief Kurniadi, Ak., S.H.

Salinan sesuai dengan aslinya,

Wakil Panitera

Abdul Azis Hady, S.Kom., S.H. Iv

PNP 197102251992011002

Sumber: salinan putusan di setpp.kemenkeu.go.id. Teks isi putusan disusun ulang dari PDF tersebut; bila berbeda, yang berlaku dokumen aslinya.