JUMLAH RUPIAH MENURUT
NO. URAIAN PENGUSAHA KENA| FISKUS PEMBAHASAN
, PAJAK AKHIR (DISETUJUI)
1 IDasar Pengenaan Pajak:
a. Atas Penyerahan Barang dan Jasa yang terutang PPN:
a.1. Ekspor 8,997,006,800 8,997 006,800 8,997,006,806 a.2. Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri 359 712,846,237 359,712,846,237 359,712,846,237 a.3. Penyerahan yang PPN-nya dipungut oleh Pemungut PPN 0 fe) 0 a.4. Penyerahan yang PPN-nya tidak dipungut 0 0 0 a.5. Penyerahan yang dibebaskan dari pengenaan PPN a 0 0 a6. Jumlah(a1 ta2ta3ta4ta.5) 368,709,853,037 368,709,853,037 368,709 853,037 b. Atas Penyerahan Barang dan Jasa yang tidak terutang PPN 9 0 0 c. Jumlah Seluruh Penyerahan (a.6 + b) 368,709,853,037 368,709,853,037 368,709,853,037 d. Atas Impor BKP/Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud dari luar Daerah
Pabean di dalam Daerah Pabean/Pemanfaatan JKP dari luar Daerah
Pabean di dalam Daerah Pabean/Pemungutan pajak oleh Pemungut
PPN/Kegiatan Membangun Sendiri/ Pembayaran kembali Pajak
Masukan bagi PKP gang belum melakukan penyerahan setelah jangka waktu tertentu berakhir/Perolehan yang PPN-nya tidak
Seharusnya dibebaskan atau tidak dipungut/Tanggung jawab secara renteng/Pembayaran PPN yang semula mendapatkan fasilitas d.1. Impor BKP 0 0 . 0
0.2. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari Luar Daerah Pabean di 0 0 : 0 dalam Daerah Pabean d.3. Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean di dalam Daerah 0 o 0
Pabean
9.4. Pemungutan Pajak oleh Pemungut PPN 0 ie) 0 d.5. Kegiatan Membangun Sendiri _ 0 0 0
0.6. Pembayaran kembali Pajak Masukan bagi PKP yang belum 0 0 0 melakukan penyerahan setelah jangka waktu tertentu berakhir
0.7. Perolehan yang PPN-nya tidak seharusnya dibebaskan atau tidak dipungut 0 9 0 d.7. Tanggung jawab secara renteng 0 Ir) 0 d.8. Pembayaran PPN yang semula mendapatkan fasilitas 0 0 0
9.9. Jumiah (d.1 atau d.2 atau 4.3 atau d.4. atau d.5 atau d.6 atau d.7 0 0 9 atau d.8 atau d9)
2 (Penghitungan PPN Kurang Bayar a. Pajak aaa yang harus dipungut/dibayar sendiri (tarifx 1.4.2 atau 35,971,284,609 35,971,284.609 35,971,284,609 b. Dikurangi :
b.1. PPN yang disetor di muka dalam Masa Pajak yang sama 0 0 0 b.2. Pajak Masukan yang dapat diperhitungkan 31,208,450,196 30,331,154, 140 31,208,450,196
6.3. STP (pokok kurang bayar) 0 0 Oo b.4. Dibayar dengan NPWP sendiri 4,762.834,413 4,762,834,413 4,762,834,413 b.5. Lain-lain Q 0 0 b.6. Jumlah (b.1 + b.2 + b.3 + b.4 +b.5) 35,971 ,284,609 35,093,988,553 35,971,284, 609 c. Diperhitungkan:
¢.1. SKPPKP 0 0 0
KENA PAJAK FISKUS AKHIR (DISETUJUI) d. Jumlah pajak yang dapat diperhitungkan (b.6 - ¢.1) 35,971,284,609 35,093,988,553 35,971,284,609 e. Jumlah penghitungan PPN Kurang Bayar (a - d) | 0 877,296,056 0
3 IKelebihan Pajak yang sudah:
a. Dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya | 0 0 0 b. Dikompensasikan ke Masa Pajak................ (karena pembetulan) 0 ie) 0
Cc. Jumlah (a + b) 0 fe) 0
4 [PPN yang kurang dibayar (2.e + 3.c) 0 877,296,056 0
5 (Sanksi administratif :
a. Bunga Pasal 13 (2) KUP 301,702,114 Q b. Kenaikan Pasal 13 (2a} KUP 0 0 c. Kenaikan Pasal 13 (3) huruf c KUP le) 9 d. Kenaikan Pasal 17C (5) KUP 0 0 e. Kenaikan Pasal 17D (5) KUP 0 0 f. Bunga Pasal 13 (2) KUP jo. Pasal 9 (4f) PPN 0 0 g. Jumlah (a+b+c+d+e+f) 301,702,114 0
6 jJumlah PPN yang masih harus dibayar (4 + 5.9) 0 1,178,998,170 0