Langsung ke konten
TaxRank

Putusan Pengadilan Pajak · 23 halaman

PUT-011278.47/2024/PP/M.VIIA Tahun 2026

PT Ekadharma International TBK. · Non Tarif dan Non Nilai Pabean (SPKTNP) · Tahun pajak 2024

Menolak

Kuasa hukum
  • Edywar Suwar

P U T U S A N

Nomor PUT-011278.47/2024/PP/M.VIIA Tahun 2026

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PENGADILAN PAJAK

memeriksa dan memutus sengketa pajak pada tingkat pertama dan terakhir dengan acara biasa (secara elektronik melalui Sistem Informasi Pengadilan Pajak) mengenai banding terhadap Surat Penetapan Kembali Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPKTNP) Nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024 berdasarkan Laporan Hasil Penelitian Ulang Nomor 1983/LHPU/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024, yang terdaftar dalam berkas sengketa Nomor 011278.47/2024/PP, telah mengambil putusan sebagai berikut dalam sengketa antara:

PT EKADHARMA INTERNATIONAL TBK., NPWP 01.360.179.4-

054.000, beralamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jalan Raya Pasar Kemis Blok C-1, Pasar Kemis, Kab. Tangerang, Banten 15561, yang diwakili oleh Lie Phing jabatan Direktur;

Selanjutnya dalam persidangan diwakili oleh:

Nama: Edywar Suwar,

Jabatan: Karyawan,

Alamat: Jalan Kisamaun GG. Asem, No. 22B, Sukasari,

Tangerang, Banten,

berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanpa Nomor tanggal 12 Maret 2025,

untuk selanjutnya disebut sebagai Pemohon Banding;

Lawan

DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI, berkedudukan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jakarta 13230, dalam hal ini diwakili oleh:

1. Nama/NIP: Imam Supriadi/197604201996031001, Jabatan: Kepala Seksi Keberatan dan Banding III, Unit Organisasi : Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe

A Tanjung Priok,

2. Nama/NIP: Agus Sulistyo E.S./197406131994021002,

Jabatan: Pemeriksa Bea dan Cukai Muda,

Unit Organisasi : Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe

A Tanjung Priok,

3. Nama/NIP: Fajar Irawan/198103142002121001,

Jabatan: Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama,

Unit Organisasi : Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe

A Tanjung Priok,

4. Nama/NIP: Rendhy Koescahyadi/198803242015021003, Jabatan: Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama,

Unit Organisasi : Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe

A Tanjung Priok,

5. Nama/NIP: I Nyoman Pandu Satya B./ 199111232010121004, Jabatan: Pelaksana Pemeriksa,

Unit Organisasi : Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe

A Tanjung Priok,

6. Nama/NIP: Martiga Dwi Ananto/199103312010121003, Jabatan: Pemeriksa Bea dan Cukai Terampil,

Unit Organisasi : Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe

A Tanjung Priok,

7. Nama/NIP: Resnansyah Muhammad/199502012015021001, Jabatan: Pelaksana Pemeriksa,

Unit Organisasi : Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe

A Tanjung Priok,

8. Nama/NIP: Paramita Yuniasta/199806082018012001, Jabatan: Pelaksana Pemeriksa,

Unit Organisasi : Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe

A Tanjung Priok,

berdasarkan Surat Tugas terakhir Nomor ST-1441/BC/KPU.1/2025 tanggal 10 Juli 2025;

untuk selanjutnya disebut sebagai Terbanding;

Pengadilan Pajak tersebut:

Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Pajak Nomor PEN-308/PP/BR/2025 tanggal 8 April 2025 jo. PEN-044/PP/Ucp/2026 tanggal 2 Maret 2026,

Telah membaca Surat Banding Pemohon Banding Nomor 002/EI/BDG/XII/2024 tanggal 19 Desember 2024,

Telah membaca Surat Uraian Banding Terbanding Nomor S-00175/KPU.01/SUB/2025 tanggal 10 Maret 2025,

Telah membaca Surat Bantahan Pemohon Banding Nomor FIN- EXIM/EI/002/III/2025 tanggal 20 Maret 2025,

Telah mendengar keterangan para pihak yang bersengketa dalam persidangan;

Telah membaca dan memeriksa bukti-bukti tertulis maupun surat lainnya yang disampaikan para pihak dalam persidangan;

DUDUK PERKARA

Menimbang bahwa Surat Penetapan Kembali Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPKTNP) Nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024 diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dengan perhitungan sebagai berikut:

UraianKekurangan (Rp)
1. Bea Masuk 2. BMAD/BMI/BMTP 3. BMAS/BMIS/BMTPs 4. Cukai 5. PPN 6. PPnBM 7. PPh Pasal 22 8. Denda 9. Bunga54.993.000 0 0 0 6.050.000 0 1.375.000 0 0
Jumlah62.418.000

Menimbang bahwa atas SPKTNP Nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024, Pemohon Banding mengajukan banding dengan Surat Nomor 002/EI/BDG/XII/2024 tanggal 19 Desember 2024 yang diterima di Pengadilan Pajak pada hari Kamis tanggal 19 Desember 2024 (melalui Sistem Informasi Pengadilan Pajak);

Menimbang bahwa Pemohon Banding dalam Surat Banding Nomor 002/EI/BDG/XII/2024 tanggal 19 Desember 2024, pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

bahwa Pemohon Banding mengajukan banding terhadap Surat Penetapan Kembali Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPKTNP) Nomor SPKTNP- 1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024;

bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam permohonan banding ini adalah penetapan oleh pihak terbanding adanya rekomendasi untuk membayar kekurangan pembayaran Pemohon Banding sejumlah Rp62.418.000,00 melalui mekanisme penelitian ulang terhadap Pemberitahuan Import Barang (PIB) Nomor 595827 tanggal 8 November 2022 mengakibatkan ditolaknya SKA/COO karena tidak menyerahkan lembar asli paling lambat 1 tahun; bahwa Pemohon Banding berpendapat bahwa penetapan Terbanding tersebut tidak tepat dengan alasan sebagai berikut:

bahwa berdasarkan PMK Nomor 45/PMK.04/2020 Pasal 2 Peraturan Menteri ini mengatur pelaksanaan ketentuan prosedural dalam rangka pemanfaatan SKA atau Invoice Declaration beserta Dokumen Pelengkap Pabean Penelitian SKA selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang meliputi:

a. penyerahan SKA atau Invoice Delaration beserta Dokumen Pelengkap Pabean Penelitian SKA;

b. tanda tangan pejabat yang berwenang dan/ atau stempel resmi dari Instansi Penerbit SKA;

c. tanda tangan eksportir; dan

d. Overleaf Notes.

(2) Dikecualikan dari pelaksanaan ketentuan procedural sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal SKA berupa SKA Elektronik (e-Form).

Pasal 3

(1) Penyerahan SKA atau Invoice Declaration beserta Dokumen Pelengkap Pabean Penelitian SKA ke Kantor Pabean pelabuhan pemasukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a, harus dilakukan dengan pengiriman melalui:

a. surat elektronik (e-mail); atau

b. media elektronik lainnya,

dengan menunjuk pada pemberitahuan pabean impor atau PPFTZ-0 1 pemasukan barang ke Kawasan Bebas dari luar Daerah Pabean, yang terkait;

(2) Pengiriman SKA atau Invoice Declaration beserta Dokumen Pelengkap Pabean Penelitian SKA sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak pemberitahuan pabean impor atau PPFTZ-0 1 pemasukan barang ke Kawasan Bebas dari luar Daerah Pabean mendapatkan nomor pendaftaran.

(3) SKA atau Invoice Declaration yang diserahkan melalui mekanisme sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan:

a. hasil pindaian berwarna SKA, dalam hal SKA diterbitkan dalam bentuk hardcopy;

b. hasil unduhan SKA, dalam hal SKA merupakan hasil unduhan dari website Instansi Penerbit SKA; atau

c. hasil pindaian berwarna Invoice Declaration, dalam hal menggunakan Invoice Declaration.

(4) Dokumen Pelengkap Pabean Penelitian SKA yang diserahkan melalui mekanisme sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan hasil pindaian berwarna Dokumen Pelengkap Pabean Penelitian SKA;

(5) Terhadap SKA sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berlaku ketentuan sebagai berikut:

a. SKA memuat tanda tangan pejabat yang berwenang dan/atau stem pel resmi dari Instansi Penerbit SKA yang dibubuhkan secara manual atau elektronik; dan

b. SKA dapat tidak memuat tanda tangan eksportir dan/atau Overleaf Notes jika:

1. perjanjian atau kesepakatan internasional tidak mewajibkan adanya tanda tangan eksportir dan/atau Overleaf Notes; dan/atau

2. Negara Anggota perjanjian atau kesepakatan internasional menyediakan website untuk melakukan pengecekan terhadap validitas SKA;

bahwa Invoice Declaration dari supplier Pemohon Banding BP Plastics adalah asli mempunyai certificate dari Ministry of International Trade and Industry Malaysia Nomor MITI.700-4/1/3 (15) tanggal 6 Desember 2021 dan sudah di declare kode fasilitas 06 pada pemberitahuan pabean impor (PIB); bahwa Pemohon Banding sudah memberikan softcopy kepada Terbanding pada tanggal 22 November 2022 sudah diterima di aplikasi SLIM;

bahwa jika permasalahannya tidak memberikan hardcopy asli, Terbanding tinggal minta ke Pemohon Banding pasti akan Pemohon Banding berikan; bahwa kejadian ini sudah terjadi 2 tahun yang lalu (2022) perhitungan HPP Pemohon Banding sudah diperhitungkan tanpa pembayaran BM, Jika sekarang Pemohon Banding diharuskan membayar tentu ini menjadi kerugian bagi Perusahaan;

bahwa pemohon banding sudah melakukan prosedur perdagangan secara benar sesuai dengan perundangan-undangan;

bahwa selanjutnya, Pemohon banding mengusulkan kepada Majelis Hakim Pengadilan Pajak yang terhormat agar:

1. Menyatakan bahwa banding yang diajukan Pemohon Banding dapat diterima karena telah memenuhi seluruh ketentuan formal.

2. Mengabulkan seluruhnya banding yang diajukan Pemohon Banding. Menimbang bahwa Terbanding dalam Surat Uraian Banding Nomor

S-00175/KPU.01/SUB/2025 tanggal 10 Maret 2025, pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

bahwa dalam sengketa a quo, Pemohon Banding melakukan importasi dengan data sebagai berikut:

No. / Tgl. PIB:595827 tanggal 8 November 2022
Jalur:Hijau
Invoice:146930 tanggal 27 Oktober 2022
BL:COAU7241966010 Tgl 03/11/2022
Fasilitas:06. ATIGA
No. / Tgl. COO:MY-SC2021J043 / 27/10/2022
Pemasok:BP PLASTICS SDN BHD

bahwa Surat Penetapan Kembali Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPKTNP) Nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024, atas barang impor sengketa dilakukan penetapan tarif dengan pembebanan sebagai berikut:

Klasifikasi dan Pembebanan
PosJenis Barang
PemberitahuanPenetapan
1LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 130M3920.10.19BM 0% (ATIGA)3920.10.19BM 10% (MFN)
2LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 200M3920.10.19BM 0% (ATIGA)3920.10.19BM 10% (MFN)
3LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.020MM X 500MM X 1500M3920.10.19BM 0% (ATIGA)3920.10.19BM 10% (MFN)
4LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 300M3920.10.19BM 0% (ATIGA)3920.10.19BM 10% (MFN)
5LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 250M3920.10.19BM 0% (ATIGA)3920.10.19BM 10% (MFN)
6LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 1500M3920.10.19BM 0% (ATIGA)3920.10.19BM 10% (MFN)
7LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.020MM X 500MM X 300M3920.10.19BM 0% (ATIGA)3920.10.19BM 10% (MFN)
8LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.012MM X 500MM X 300M3920.10.19BM 0% (ATIGA)3920.10.19BM 10% (MFN)
9LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 300Y3920.10.19BM 0% (ATIGA)3920.10.19BM 10% (MFN)

Catatan: pos 10 tidak menggunakan fasilitas tarif ATIGA;

bahwa dasar hukum Terbanding sebagaimana tercantum dalam surat uraian banding Terbanding;

bahwa yang menjadi pokok permasalahan adalah penetapan tambah bayar berdasarkan penetapan kembali atas tarif Bea Masuk oleh Pejabat Bea dan Cukai sesuai SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024, yang menyatakan bahwa terdapat indikasi kesalahan klasifikasi dan pembebanan tarif yaitu tidak menyerahkan SKA sehingga Pemohon Banding dikenakan

kekurangan pembayaran sebesar Rp62.418.000,00 (enam puluh dua juta empat ratus delapan belas ribu rupiah);

bahwa di dalam surat bandingnya Pemohon Banding menyampaikan alasan bahwa Pemohon Banding sudah memberikan softcopy kepada Terbanding pada tanggal 22 November 2022 sudah diterima di aplikasi SLIM. Responsenya selesai ternyata belum selesai. Jika permasalahannya tidak memberikan hardcopy asli, Terbanding tinggal minta ke Pemohon Banding pasti akan Pemohon Banding berikan;

bahwa atas alasan sebagaimana dimaksud di atas, dapat Terbanding sampaikan sebagai berikut:

bahwa sesuai hasil penelusuran dan penelitian atas data CEISA, Aplikasi SIAP NG dan SLIM diketahui atas importasi diterbitkan NPD (Nota Permintaan Data dan/atau Dokumen) dan perusahaan kedapatan menyerahkan data termasuk softcopy SKA dengan kode tiket BHEZ04221381 sebagaimana tercantum dalam surat uraian banding Terbanding;

bahwa atas kode pelayanan BHEZ04221381 dilakukan penelusuran pada Aplikasi SLIM kedapatan penerimaan softcopy SKA sebagaimana tercantum dalam surat uraian banding Terbanding;

bahwa berdasarkan penelusuran pada situs INSW https://insw.go.id/e-coo tidak terdapat SKA dengan nomor MY-SC2021J043 tanggal 27/10/2022, yang artinya SKA tersebut bukanlah SKA elektronik:

bahwa berdasarkan Pasal 13 ayat (1) dan (2) serta Pasal 17 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan;

bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2023 tentang Penelitian Ulang di Bidang Kepabeanan;

bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat (1), (2) dan (3), Pasal 3 ayat (1) dan (2), Pasal 8, Pasal 29 serta Pasal 35 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.04/2020 tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor Berdasarkan Persetujuan Perdagangan Barang ASEAN; bahwa berdasarkan Pasal 12 ayat (1), (3) dan (4) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.04/2022 tentang Perubahan Atas Peraturan

Menteri Keuangan Nomor 131/Pmk.04/2020 Tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor Berdasarkan Persetujuan Perdagangan Barang Asean;

bahwa berdasarkan Pasal 2 ayat (1) dan (2), Pasal 3 ayat (1), (2) dan (3), Pasal 5 ayat (1) dan (2), Pasal 6 Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 45/PMK.04/2020 tentang Tata Cara Penyerahan Surat Keterangan Asal atau Invoice Declaration Beserta Dokumen Pelengkap Pabean Penelitian Surat Keterangan Asal Dalam Rangka Pengenaan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor Berdasarkan Perjanjian atau Kesepakatan Internasional Selama Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19); bahwa berdasarkan Pasal 1 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 26/PMK.010/2022 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor;

bahwa berdasarkan penelitian lebih lanjut diketahui tidak ditemukan data terkait penyerahan Lembar Asli SKA atas importasi dengan PIB Nomor 595827 tanggal 8 November 2022;

No. PIBTgl. PIBNo. SKATgl. SKAPenyerahan Asli SKA
SLIMSIAP
59582708/11/2022MY-SC2021J04327/10/2022Tidak AdaTidak Ada

bahwa Pemohon Banding menyerahkan softcopy SKA, tetapi tidak menyerahkan lembar asli/hardcopy SKA, sehingga tidak memenuhi ketentuan prosedural penyerahan Surat Keterangan Asal sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 45/PMK.04/2020, maka terhadap barang impor dimaksud tidak diberikan tarif preferensi dan ditetapkan kembali dengan tarif bea masuk yang berlaku umum (Most Favoured Nation/MFN) melalui mekanisme penelitian ulang;

bahwa berdasarkan uraian di atas disimpulkan sebagai berikut:

1. bahwa Pemohon Banding tidak tepat dalam memberitahukan tarif pada PIB Nomor 595827 tanggal 8 November 2022;

2. bahwa dalam menetapkan tarif atas PIB nomor 595827 tanggal 8 November 2022, Terbanding sudah tepat dan telah melaksanakan semua ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tarif;

bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, terbukti dan tidak terbantahkan lagi bahwa dalil Pemohon Banding adalah tidak benar dan tidak dapat dipertahankan kebenarannya sehingga harus ditolak seluruhnya, dan Keputusan Terbanding Nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024 telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dan selanjutnya Terbanding memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Pajak yang mengadili sengketa a quo kiranya berkenan memberi putusan:

1. Menolak permohonan Pemohon Banding untuk seluruhnya.

2. Menguatkan Keputusan Terbanding nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024;

Menimbang bahwa Pemohon Banding dalam Surat Bantahan Nomor FIN-EXIM/EI/002/III/2025 tanggal 20 Maret 2025, pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

bahwa bantahannya dapat disampaikan sebagai berikut:

Purchase Order: 223800048 BP Plastics Jakarta

1. Tanggal 08 – 11 – 2022: Response PIB mendapatkan e-billing;

2. Tanggal 08 – 11 – 2022: Pembayaran e-billing (mendapatkan BPN);

3. Tanggal 08 – 11 – 2022: Mendapatkan Response Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang (SPPB);

4. Tanggal 17 – 11 – 2022: Mendapatkan response NPD (Nota Permintaan Data dan/atau Dokumen);

5. Tanggal 22 – 11 – 2022: Mensubmit permintaan data yang diminta dan selesai statusnya penerimaan dokumen NPD (Respon Status: SELESAI- NPD diterima);

bahwa prosedur penerbitan Deklarasi Asal Barang (DAB) sendiri oleh the issuing authority of the exporting member state yang jelas merupakan result atau hasil pemeriksaan the issuing authority of the exporting member state atas data yang diajukan eksportir untuk mendapatkan Deklarasi Asal Barang (DAB) sebelum ekspor barang ke Indonesia dilaksanakan;

bahwa poin 3 dan 4 Presentation of Certificate of Origin Rule 13 OCP ATIGA Apakah prosedur di atas sudah dijalankan oleh pihak Terbanding jika menolak Deklarasi Asal Barang (DAB) karena Deklarasi Asal Barang (DAB) kami adalah asli dari supplier;

bahwa hasil Keputusan Terbanding Nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024 tidak tepat dikarenakan Pemohon Banding tidak memberikan data yang cukup, padahal bukti dan data Pemohon sudah lengkap diberikan pada saat submit di Sistem Layanan Informasi Mandiri (SLIM) (22 November 2022) dan Deklarasi Asal Barang (DAB) yang kita miliki dari supplier adalah asli;

bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas, Terbukti dan Tidak Terbantahkan bahwa Terbanding menetapkan SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024 tidak tepat sehingga Pemohon memohon kepada Majelis Hakin Pengadilan Pajak yang mengadili sengketa berkenan memberi putusan:

1. Menerima Permohonan Banding Seluruhnya

2. Menolak Keputusan Terbanding Nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024;

Menimbang bahwa Pemohon Banding dalam persidangan mengajukan alat bukti berupa surat atau tulisan yang telah diberi meterai cukup serta telah dicocokkan dengan pembandingnya, masing-masing diberi tanda P-1 sampai dengan P-20 sebagai berikut:

Bukti P-1. Surat Penetapan Kembali Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPKTNP)

Nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024; Bukti P-2. Billing DJBC Kode Billing 620241200000190 tanggal 2

Desember 2024 sebesar Rp62.418.000 (SPKTNP);

Bukti P-3. Bukti Penerimaan Negara Bank Central Asia, Tbk. NTPN

FCAE04VNIHG4EB5U tanggal bayar 17 Desember 2024 sebesar Rp62.418.000 (SPKTNP);

Bukti P-4. Bukti Penerimaan Negara Bank Central Asia, Tbk. NTPN

FF93E43A246N87TK tanggal bayar 8 November 2022 sebesar Rp74.319.000,00 (PIB);

Bukti P-5. Billing DJBC Kode Billing 620221100072884 tanggal 11 Agustus

2022 sebesar Rp74.319.000,00 (PIB);

Bukti P-6. Lembar Respon Pelayanan Penerimaan NPD Kode Tiket

BHEZ04221381 tanggal 8 November 2022;

Bukti P-7. Akta Notaris Nomor 23 tanggal 12 Agustus 2021 yang dibuat

oleh Rusnaldy, SH., Notaris yang berkedudukan di Jakarta; Bukti P-8. Pengesahan Akta Notaris Nomor 23 tanggal 12 Agustus 2021

oleh Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-AH.01.03-0443945 tanggal 3 September 2021;

Bukti P-9. Akta Notaris Nomor 71 tanggal 20 November 1981 yang dibuat

oleh Raden Santoso, Notaris yang berkedudukan di Jakarta; Bukti P-10. Pengesahan Akta Notaris Nomor 71 tanggal 20 November 1981

Nomor YA5/12/12 tanggal 5 Juni 1982;

Bukti P-11. PIB Nomor 595827 tanggal 8 November 2022;

Bukti P-12. Nota Permintaan Data dan/atau Dokumen (NPD) untuk PIB

Nomor 595827 tanggal 8 November 2022;

Bukti P-13. Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) Nomor

595945/KPU.1/2022 tanggal 8 November 2022;

Bukti P-14. Purchase Order Nomor 223800048 tanggal 13 Oktober 2022; Bukti P-15. Surat Kementerian Perdagangan Antarbangsa dan Industri

Nomor MITI.700-4/1/3 (15) tanggal 6 Desember 2021;

Bukti P-16. Bill of Lading Nomor COAU7241966010 tanggal 3 November

2022;

Bukti P-17. Commercial Invoice Nomor 146930 tanggal 27 Oktober 2022; Bukti P-18. Packing List untuk Commercial Invoice Nomor 146930 tanggal

27 Oktober 2022;

Bukti P-19. Formulir 1721-A1 Karyawan Nomor H.01 1112240000297

tanggal 31 Desember 2024 atas nama Edywar Suwar;

Bukti P-20. Surat Kuasa Khusus Karyawan tanpa Nomor tanggal 12 Maret

2025 atas nama Edywar Suwar;

Menimbang bahwa Terbanding dalam persidangan mengajukan alat bukti berupa surat atau tulisan, yang diberi tanda T-1 dan T-2 sebagai berikut:

Bukti T-1. Laporan Hasil Penelitian Ulang Nomor 1983/LHPU/KPU.1/2024

tanggal 6 November 2024;

Bukti T-2. Kertas Kerja Penelitian Ulang Nomor KKPU-1/ST-2250/PT

EKADHARMA INTERNATIONAL, TBK/PENUL/2024 tanggal 6 November 2024;

PERTIMBANGAN HUKUM

Kewenangan Pengadilan Pajak

bahwa objek sengketa berupa Surat Penetapan Kembali Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPKTNP) Nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024berdasarkanLaporanHasilPenelitianUlangNomor 1983/LHPU/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024, termasuk sengketa pajak sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 31 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak merupakan kewenangan Pengadilan Pajak;

Ketentuan Formal

Menimbang bahwa sesuai peraturan perundangan-undangan peradilan pajak, pemeriksaan materi sengketa banding dilakukan setelah pemeriksaan atas pemenuhan ketentuan formal;

Pemenuhan Ketentuan Formal Pengajuan Banding

bahwa Surat Banding Nomor 002/EI/BDG/XII/2024 tanggal 19 Desember 2024 dibuat dalam bahasa Indonesia ditujukan kepada Pengadilan Pajak, diajukan masih dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari, menyatakan tidak setuju terhadap Keputusan Terbanding dan diajukan untuk satu Keputusan, memuat alasan-alasan yang jelas dan walaupun tidak mencantumkan tanggal diterimanya Surat Keputusan Terbanding, namun diketahui pengajuan banding masih memenuhi jangka waktu 60 (enam puluh) hari, dilampiri dengan salinan keputusan yang dibanding, kewajiban pembayaran sebesar 50% dari pajak terutang telah terpenuhi, ditandatangani oleh pengurus/kuasa yang berhak menandatangani sehingga memenuhi ketentuan Pasal 35 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 36 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4), Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak;

POKOK SENGKETA

Menimbang bahwa terbukti pokok sengketa dalam banding ini, dengan rincian sebagai berikut:

No.Jenis SengketaMenurutUraian
Pemohon BandingTerbanding
1Pembebanan Tarif Bea MasukPos Tarif 3920.10.19 Tarif BM 0% (ATIGA)Pos Tarif 3920.10.19 Tarif BM 10% (MFN)Negara Asal Malaysia. PIB Nomor 595827 tanggal 8 November 2022.

dengan rincian PIB sebagai berikut:

Tabel 1

NoPosJenis Barang
11LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 130M
22LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 200M
33LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.020MM X 500MM X 1500M
44LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 300M
55LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 250M
66LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 1500M
77LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.020MM X 500MM X 300M
88LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.012MM X 500MM X 300M
99LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 300Y

sehingga terdapat kekurangan pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor sebesar Rp62.418.000,00 (enam puluh dua juta empat ratus delapan belas ribu rupiah), yang tidak disetujui oleh Pemohon Banding;

Menimbang bahwa setelah mempertimbangkan dan menilai alat bukti dan keterangan yang disampaikan oleh para pihak dalam persidangan, maka pendapat Pengadilan Pajak sengketa banding ini adalah pembebanan tarif bea masuk atas jenis barang impor dengan rincian sebagaimana Tabel 1 halaman 14, sebagai berikut:

No.PosPemberitahuanPenetapan
11 s.d. 9Pos Tarif 3920.10.19 Tarif BM 0% (ATIGA)Pos Tarif 3920.10.19 Tarif BM 10% (MFN)

Menimbang bahwa Terbanding melakukan penetapan kembali pembebanan tarif bea masuk atas jenis barang impor dengan rincian sebagaimana Tabel 1 halaman 14 yang diberitahukan dalam PIB Nomor 595827 tanggal 8 November 2022, menjadi 3920.10.19 dengan tarif bea masuk sebesar 10% (MFN), dalam SPKTNP Nomor SPKTNP- 1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024, dengan alasan bahwa Pemohon Banding menyerahkan softcopy SKA, tetapi tidak menyerahkan lembar asli/hardcopy SKA, sehingga tidak memenuhi ketentuan prosedural penyerahan Surat Keterangan Asal sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 45/PMK.04/2020, maka terhadap barang impor dimaksud tidak diberikan tarif preferensi dan ditetapkan kembali dengan tarif bea masuk yang berlaku umum (Most Favoured Nation/MFN) melalui mekanisme penelitian ulang;

Menimbang bahwa Pemohon Banding menyatakan tidak setuju atas penetapan Terbanding tersebut dengan alasan sebagai berikut:

1. bahwa Invoice Declaration dari supplier Pemohon Banding BP Plastics adalah asli mempunyai certificate dari Ministry of International Trade and Industry Malaysia Nomor MITI.700-4/1/3 (15) tanggal 6 Desember 2021 dan sudah di declare kode fasilitas 06 pada pemberitahuan pabean impor (PIB);

2. bahwa Pemohon Banding sudah memberikan softcopy kepada Terbanding pada tanggal 22 November 2022 sudah diterima di aplikasi SLIM;

3. bahwa jika permasalahannya tidak memberikan hardcopy asli, Terbanding tinggal minta ke Pemohon Banding pasti akan Pemohon Banding berikan;

Menimbang bahwa berdasarkan alasan para pihak tersebut di atas yang menjadi pokok masalah dalam sengketa banding ini adalah pembebanan tarif bea masuk atas jenis barang impor dengan rincian sebagaimana Tabel 1 halaman 14, yang diberitahukan dalam PIB Nomor 595827 tanggal 8 November 2022 sebagai berikut:

NoPosPemberitahuanPenetapan
11 s.d. 9Pos Tarif 3920.10.19 Tarif BM 0%Pos Tarif 3920.10.19 Tarif BM 10%

Menimbang bahwa dengan demikian sengketa banding ini merupakan sengketa yang bersifat pembuktian dan yuridis;

Menimbang bahwa berdasarkan pemeriksaan atas alat bukti in casu Pengadilan Pajak berpendapat sebagai berikut:

bahwa Pasal 13 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006, sebagai berikut:

(1) Bea masuk dapat dikenakan berdasarkan tarif yang besarnya berbeda dengan yang dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) terhadap:

a. barang impor yang dikenakan tarif bea masuk berdasarkan perjanjian atau kesepakatan internasional; atau

b. ... dst. ...

(2) Tata cara pengenaan dan besarnya tarif bea masuk sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan menteri

bahwa Perjanjian ATIGA telah dishakan dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pengesahan First Protocol to Amend The ASEAN Trade in Goods Agreement (Protokol Pertama untuk Mengubah Persetujuan Perdagangan Barang ASEAN); bahwa Pasal 38 Perjanjian ATIGA menyebutkan bahwaa untuk dapat menggunakan tarif preferensi dalam rangka Perjanjian ATIGA, harus didukung dengan Form D dan sesuai dengan ketentuan Prosedur Penerbitan Form D (Operational Certification Prosedur) sebagaimana kutipan berikut:

Article 38

Certificate of Origin

A claim that a good shall be accepted as eligible for preferential tariff treatment shall be supported by a Certificate of Origin (Form D), as set out in Annex 7 issued by a Government authority designated by the exporting Member State and notified to the other Member States in accordance with the Operational Certification Procedures, as set out in Annex 8.

bahwa berdasarkan Operational Certification Procedure (OCP) for the Rules of Origin under Chapter 3 ATIGA, pada Rule 13 diatur ketentuan mengenai kewajiban importir untuk menyerahkan Certificate of Origin (Form D) kepada otoritas kepabeanan pada saat impor, dimana pemberitahuan impornya dilakukan dengan adanya penyerahan PIB, dengan merujuk pada peraturan domestik negara pengimpor sebagaimana kutipan Rule 13 OCP RoO ATIGA sebagai berikut:

Rule 13

Presentation of the Proof of Origin

For the purposes of claiming preferential tariff treatment, the importer shall submit to the customs authority or relevant Government authorities of the importing Member State at the time of import:

(a) a Certificate of Origin (Form D) including supporting documents; or

(b) an Origin Declaration made out by a CE including supporting documents bahwa Pasal 29 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.04/2020 tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor Berdasarkan Persetujuan Perdagangan Barang ASEAN sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81/PMK.04/2022 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.04/2020 tentang Tata Cara Pengenaan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor Berdasarkan Persetujuan Perdagangan Barang ASEAN sebagai ketentuan domestik (domestic laws/regulations) mengenai mekanisme perolehan tarif preferensi menyebutkan sebagai berikut:

Pasal 29

Tata cara penyerahan SKA Form D dan/atau DAB beserta Dokumen Pelengkap Pabean selama Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan mengenai tata cara penyerahan Surat Keterangan Asal beserta Dokumen Pelengkap Pabean Penelitian Surat Keterangan Asal dalam rangka pengenaan tarif bea masuk atas barang impor berdasarkan perjanjian atau kesepakatan internasional selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

bahwa Pereturan Menteri Keuangan Nomor 45/PMK.04/2020 (PMK 45 tahun 2020) mengatur tentang Tata Cara Penyerahan Surat Keterangan Asal Atau Invoice Declaration Beserta Dokumen Pelengkap Pabean Penelitian Surat Keterangan Asal Dalam Rangka Pengenaan Tarif Bea Masuk Atas Barang Impor Berdasarkan Perjanjian Atau Kesepakatan Internasional Selama Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);

bahwa importasi yang dilakukan oleh Pemohon Banding in casu diberitahukan dengan PIB Nomor 595827 tanggal 08 November 2022 yang masih masuk dalam masa pandemic COVID-19 sehingga penyerahan Surat Keterangan Asalah Barang mengikuti ketentuan PMK 45 tahun 2020; bahwa Pasal 5 PMK 45 tahun 2020 menyebutkan sebagai berikut:

Pasal 5

(1) Lembar asli SKA atau Invoice Declaration beserta Dokumen Pelengkap Pabean Penelitian SKA yang dikirimkan melalui surat elektronik (e-mail atau media elektronik lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1), wajib diserahkan ke Kantor Pabean;

(2) Penyerahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan:

a. Paling cepat 90 (Sembilan puluh) hari kalender sejak pemberitahuan pabean impor atau PPFTZ-01 pemasukan barang ke Kawasan Bebas dari luar Daerah Pabean mendapatkan nomor pendaftaran; dan

b. Paling lambat 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal penerbitan SKA atau Invoice Declaration,

dengan menunjuk pada pemberitahuan pabean impor atau PPFTZ-01 pemasukan barang ke Kawasan Bebas dari luar Daerah Pabean, yang terkait.

(3) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dalam hal penyerahan dilakukan atas permintaan Pejabat Bea dan Cukai.

bahwa berdasarkan bunyi Pasal 5 PMK 45 tahun 2020 dimaknai sebagai berikut:

- selain dikirim secara elektronik, lembar asli SKA tetap wajib diserahkan ke Kantor Pabean

- penyerahan lembar asli SKA dilakukan paling cepat dalam waktu 90 hari dan paling lambat satu tahun sejak tanggal penerbitan SKA

- penyerahan lembar asli SKA diluar batas waktu paling cepat 90 hari dan paling lambat satu tahun hanya dapat dilakukan dalam hal diminta oleh Pejabat Bea dan Cukai

bahwa importasi in casu diberitahukan dengan PIB Nomor 595827 tanggal 08 November 2022 mendapatkan jalur hijau dengan uraian barang berupa LLDPE STRETCH FILM SIZE: 0.017MM X 500MM X 130M, dst (9 jenis barang sesuai Lembar Lanjutan PIB) dengan pos tarif pemberitahuan 3920.10.19, SKA atau Invoice Declaration berupa Form ATIGA dengan nomor MY-SC2021J043 tanggal 27 Oktober 2022;

bahwa Pemohon Banding mendalilkan lembar asli SKA tidak diserahkan karena tidak diminta oleh Terbanding, dan berdasarkan Nota Penerimaan Dokumen telah dinyatakan selesai diterima;

bahwa berdasarkan data pada Nota Penerimaan Dokumen, diketahui Pemohon Banding telah menyerahkan softcopy/hasil pindaian SKA atau Invoice Delcaration melalui layanan penerimaan NPD, namun tidak terdapat penyerahan atau tanda terima penyerahan lembar asli/hardcopy SKA atau Invoice Declaration;

bahwa PMK 45 tahun 2020 telah diundangkan Diundangkan pada tanggal 30 April 2020, sehingga mempunyai kekuatan hukum mengikat terhadap

seluruh warga negara Indonesia sehingga ketentuan-ketentuan yang ada dalam PMK a quo wajib dilaksanakan;

bahwa Pemohon Banding telah menyerahkan softcopy atau pindaian berwarna Invoice Declaration berupa Form ATIGA dengan Nomor MY- SC2021J043 tanggal 27 Oktober 2022 namun tidak terdapat bukti bahwa lembar asli SKA a quo telah diserahkan ke Kantor Pabean;

bahwa berdasarkan bunyi Pasal 5 PMK 45 tahun 2020 dimaknai lembar asli SKA wajib diserahkan ke Kantor Pabean, baik diminta ataupun tidak diminta oleh Terbanding dan berdasarkan bukti yang ada, ketentuan ini tidak dilaksanakan oleh Pemohon Banding;

bahwa berdasarkan uraian pemeriksaan tersebut di atas, Pengadilan Pajak berpendapat Pemohon Banding tidak dapat membuktikan dalil bantahannya bahwa pembebanan tarif bea masuk atas jenis barang impor dengan rincian sebagaimana Tabel 1 halaman 14, negara asal Malaysia, yang diberitahukan dalam PIB Nomor 595827 tanggal 8 November 2022 adalah pembebanan tarif preferensi skema ATIGA sebesar 0%;

bahwa Pengadilan Pajak berpendapat terdapat alasan hukum yang cukup untuk menolak banding Pemohon Banding atas pembebanan tarif bea masuk atas jenis barang impor dengan rincian sebagaimana Tabel 1 halaman 14, negara asal Malaysia, yang diberitahukan dalam PIB Nomor 595827 tanggal 8 November 2022, dan menetapkan menjadi pembebanan tarif bea masuk yang berlaku umum (MFN) sebesar 10%, dan mempertahankan SPKTNP Nomor SPKTNP-1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024;

Menimbang bahwa Pengadilan Pajak telah menyatakan pertimbangan dan pendapatnya atas dalil-dalil yang disampaikan oleh para pihak sebagaimana telah diuraikan di atas dan untuk selebihnya tidak dipertimbangkan Pengadilan Pajak karena tidak relevan untuk memutus sengketa a quo;

Menimbang bahwa Pengadilan Pajak telah mempertimbangkan seluruh alat bukti dan dalil-dalil yang disampaikan Para Pihak namun untuk mengambil Putusan hanya menguraikan alat bukti dan dalil yang relevan dengan perkara ini;

Menimbang bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, pendapat Pengadilan Pajak atas pokok sengketa adalah sebagai berikut:

NoJenis SengketaMenurutPendapat Pengadilan Pajak
Pemohon BandingTerbanding
1Pembebanan Tarif Bea MasukPos Tarif 3920.10.19 Tarif BM 0% (ATIGA)Pos Tarif 3920.10.19 Tarif BM 10% (MFN)Pos Tarif 3920.10.19 Tarif BM 10% (MFN)

Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, Pengadilan Pajak berkesimpulan untuk menggunakan kuasa Pasal 80 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak dan menetapkan pembebanan tarif bea masuk atas jenis barang impor dengan rincian sebagaimana Tabel 1 halaman 14, negara asal Malaysia, yang diberitahukan dalam PIB Nomor 595827 tanggal 8 November 2022, menjadi pembebanan tarif bea masuk yang berlaku umum (MFN) sebesar 10%, sehingga tagihan bea masuk dan pajak dalam rangka impor adalah sejumlah Rp62.418.000,00 (enam puluh dua juta empat ratus delapan belas ribu rupiah) sebagai berikut:

Bea Masuk: Rp54.993.000,00

PPN: Rp 6.050.000,00

PPh Pasal 22: Rp 1.375.000,00

Jumlah: Rp62.418.000,00

Memperhatikan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak dan peraturan perundang-undangan lain yang terkait;

MENGADILI:

1. Menolak Banding Pemohon Banding terhadap Surat Penetapan Kembali Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPKTNP) Nomor SPKTNP- 1832/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024 berdasarkan Laporan Hasil Penelitian Ulang Nomor 1983/LHPU/KPU.1/2024 tanggal 6 November 2024, atas nama PT EKADHARMA INTERNATIONAL TBK., NPWP 01.360.179.4-054.000, beralamat di Kawasan Industri Pasar Kemis, Jalan Raya Pasar Kemis Blok C-1, Pasar Kemis, Kab. Tangerang, Banten 15561.

2. Menetapkan pembebanan tarif bea masuk atas jenis barang impor dengan rincian sebagaimana Tabel 1 halaman 14, negara asal Malaysia, yang diberitahukan dalam PIB Nomor 595827 tanggal 8 November 2022 menjadi pembebanan tarif bea masuk yang berlaku umum (MFN) sebesar 10%.

3. Menyatakan tagihan bea masuk dan pajak dalam rangka impor adalah sejumlah Rp62.418.000,00 (enam puluh dua juta empat ratus delapan belas ribu rupiah).

Demikian diputuskan dalam musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Pajak pada hari Selasa tanggal 15 Juli 2025 oleh Tri Andrini K., S.H., S.E., Ak., M.B.T. sebagai Hakim Ketua Majelis, Hafsah Febrianti, S.H., L.L.M. dan Paulus Hatigoran Pangaribuan, S.E., M.M. masing-masing sebagai Hakim Anggota dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum dan disampaikan kepada para pihak yang sekaligus pula dipublikasikan untuk umum melalui Sistem Informasi Pengadilan Pajak pada hari Jumat tanggal 13 Maret 2026 oleh Majelis Hakim tersebut dan dibantu oleh Yosef Hendriyansah, S.Kom., M.M. sebagai Panitera Pengganti, serta dihadiri oleh Terbanding dan dihadiri oleh Pemohon Banding;

Hakim-Hakim Anggota,Hakim Ketua,

Ditandatangani Secara ElektronikDitandatangani Secara Elektronik Hafsah Febrianti, S.H., L.L.M.Tri Andrini K., S.H., S.E., Ak., M.B.T.

Ditandatangani Secara Elektronik

Paulus Hatigoran Pangaribuan, S.E., M.M.

Panitera Pengganti,

Ditandatangani Secara Elektronik Yosef Hendriyansah, S.Kom., M.M.

Sumber: salinan putusan di setpp.kemenkeu.go.id. Teks isi putusan disusun ulang dari PDF tersebut; bila berbeda, yang berlaku dokumen aslinya.